16 Tenses: Apa itu “Past Perfect Tense”?

Rate this post

Mengenal Tenses

Ada enam belas jenis tenses yang kita ketahui, salah satunya adalah past perfect tense.Nah, lalu apa itu past perfect tense? Past perfect tense atau dikenal juga dengan sebutan “Pluperfect” adalah suatu tense yang digunakan untuk memberitahukan suatu kegiatan yang sudah diselesaikan di masa lampau.

Misalkan saja kita berbicara kepada teman kita, “Si A sudah selesai mengerjakan tugas besarsebelum makan pizza kemarin.” Dari kalimat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa si A sudah “selesai melakukan suatu hal di masa lampau”. Bentuk inilah yang disebut sebagai past perfect tense.

Perlu diketahui pula bahwa past perfect tense digunakan jika suatu hal selesai dikerjakan atau telah terjadi sebelum sesuatu yang lain. Seperti contoh di atas bahwa si A sudah selesai mengerjakan tugas besar sebelum melakukan hal lainnya: makan pizza.

Formula past perfect tense

Lalu, bagaimana aturan penulisan past perfect tense dalam kalimat? Formula-nya adalah sebagai berikut.

Subject + had + past principle

Formula past perfect tense hanya satu ini dan bersifat permanen. Maksudnya adalah formula tersebut tidak akan berubah meski subjeknya single (I, you, he/she/it) atau plural (we, they). Itu karena kata “had” merupakan kata universal, tidak terikat gender maupun jumlah. Sedangkan past principle sendiri disebut juga sebagai Verb 3.

Apa bedanya simple past dan past perfect tense?

Mungkin karena sama-sama mengandung kata “tense”, kita sering menganggap bahwa simple past dan past perfect tense itu sama.

READ  Kupas Tuntas Materi Procedure Text Bahasa Inggris

Tidak, keduanya cukup berbeda. Simple past hanya menjelaskan tentang suatu hal di masa lampau. Sementara itu, past perfect tense merujuk pada suatu hal yang dikerjakan sebelum hal lain di masa lampau—seperti penjelasan yang telah kita bahas di atas.

Intinya adalah past perfect tense hanya difungsikan untuk menunjukkan bahwa ada suatu hal yang telah dilakukan sebelumnya. Biasanya, past perfect tense digunakan di paragraf-paragraf atau tulisan-tulisan yang mengandung simple past tense juga. Maka dari itu, keberadaannya cenderung sedikit atau tidak terlalu mencolok. Adapun menulis semua kalimat dalam paragraf atau tulisan tersebut dengan past perfect tense bukanlah suatu hall umrah.

Kapan Anda tidak diperbolehkan menggunakan past perfect tense?

Tensesatu ini tentu saja memiliki aturan pelarangan pemakaiannya juga. Past perfect tense tidak boleh digunakan jika Anda tidak berencana untuk menceritakan suatu “urutan peristiwa”—ya seperti yang dibahas sebelumnya: menyelesaikan tugas besar dahulu sebelum makan pizza. Jika Anda tidak ingin membahas urutan peristiwa atau suatu kejadian di mana kejadian tersebut selesai sebelum sesuatu yang lain, maka jangan gunakan past perfect tense.

Misalkan saja “I had swept the floor.” Bentuk ini kurang tepat karena tidak dilengkapi dengan “kegiatan” yang terjadi di setelahnya. Orang yang mendengar akan cenderung bingung karena ia pasti akan berpikir-pikir dan menunggu tentang penjelasan aktivitas setelah aktivitas tersebut. Kecuali jika Anda mengatakannya sebagai “I had swept the floor when he killed the ant yesterday(saya telah menyapu lantai ketika ia membunuh semutnya kemarin)” ini adalah bentuk yang benar.

Tags: