7 Adab Berpakaian Bagi Lelaki Muslim

7 Adab Berpakaian Bagi Lelaki Muslim
5 (100%) 1 vote

Pakaian Lelaki Muslim

Pakaian adalah salah satu nikmat yang Allah anugerahkan kepada manusia yang digunakan untuk menutup aurat yang kemudian Allah tambahkan dengan pakaian indah dan perhiasan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 26. “Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutup aurat dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian yang terbaik adalah taqwa. Dan itu adalah ayat-ayat Allah yang mereka wajib berdzikir mengingat-Ku.” (Q.S. Al-A’raf: 26)

Berikut adab-adab berpakaian yang harus diperhatikan oleh seorang muslim.

Wajib Menutup Aurat

Agama Islam mewajibkan umat Islam untuk berpakaian yang menutup aurat baik bagi laki-laki maupun perempuan. Bahkan Islam melarang laki-laki untuk melihat aurat laki-laki yang lain, dan perempuan dilarang untuk melihat aurat perempuan yang lain.

Rasulullah SAW. bersabda: “Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lainnya. …”(HR. Muslim, 338). Batasan aurat laki-laki menurut jumhur ulama adalah dari lutut hingga pusar.

Mengenakan Pakaian yang Sederhana

Seorang muslim hendaknya meninggalkan pakaian yang mewah dan mahal untuk menjauhkan diri dari sifat sombong, suka berfoya-foya, iri dan dengki sesama muslim.

Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang tidak memakai suatu jenis  pakaian dengan niat tawadhu’ kepada Allah, padahal ia sanggup mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya di hari kiamat di hadapan seluruh makhluk. Kemudian Allah perintahkan kepadanya untuk memilih perhiasan iman mana saja yang ingin ia pakai.” (HR. Ahmad, dan Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahaadist Ash-Shahiihah: 718)

READ  Keutamaan-Keutamaan Al Quran yang Perlu Dipelajari

Memulai dari Sebelah Kanan

Ummul Mukminin Aisyah ra. berkata: “Rasulullah SAW. suka mendahulukan bagian yang kanan daripada bagian kiri, baik ketika mengenakan sisir, sendal, bersuci, dan dalam segala urusannya yang lain (yang mulia).” (Muttafaqun ‘alaih)

Memakai Pakaian Putih

Seorang muslim  dianjurkan untuk mengenakan pakaian berwarna putih karena pakaian putih lebih baik, daripada pakaian warna lainnya meskipun pakaian berwarna lain pun tidak dilarang.

Rasulullah SAW. bersabda: “Pakailah pakaian berwarna putih, karena pakaian berwarna putih lebih suci dan lebih baik. Serta kafanlah jenazah kalian dengan kain putih.” (HR. Ahmad, An-Nasaa’i, dan selain keduanya, lihat Shahiihul Jaami’: 1235)

Tidak Mengenakan Pakaian Syuhrah (Sensaional)

Pakaian Syuhrah adalah pakaian yang menjadikan pemakaianya sebagai pusat perhatian, disebabkan karena jenis pakaian tersebut sangat mewah, berbeda dari kebanyakan orang, pakaian yang sudah lusuh dan compang-camping, atau pakaian tersebut dikenakan dengan niat untuk menjadi terkenal.

Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang mengenakan pakaian syuhrah, maka Allah akan memakaikan pakaian yang serupa di hari kiamat, yang dalam pakaian tersebut dinyalakan api neraka,” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dalam Shahiihul Jaami’: 6526.

Tidak Memanjangkan Pakaian Melewati Mata Kaki

Isbal atau memanjangkan pakaian hingga melewati maka kaki, bagi laki-laki adalah dilarang.

Rasulullah SAW. bersabda: “Kain sarung yang terjulur di bawah mata kaki tempatnya adalah di neraka.” (HR. Bukhari: 5787)

Tidak Memakai Emas dan Pakaian dari Sutera

Rasulullah SAW. bersabda: “Emas dan sutra dihalalkan bagi kaum wanita dari umatku, namun diharamkan bagi kaum laki-laki.” (HR. Ahmad dan Nasaa’i, lihat Shahiihul Jaami’: 209)

Tags: