7 Makna Hujan dalam Islam

Rate this post

Hujan

Hujan adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh petani untuk mengairi tanamannya. Akan tetapi hujan deras membuat manusia khawatir akan menyebabkan banjir, longsor, dan macet di beberapa wilayah tertentu.

Kita mengerti di satu sisi hujan adalah berkah, namun di sisi yang lain hujan bisa menjadi bencana. Kita menganggap hujan adalah fenomena alam yang sudah biasa terjadi dengan sisi positif dan negatifnya.

Padahal, dalam Islam, hujan mempunyai makna tersendiri. Berikut beberapa makna hujan dalam islam.

Hujan adalah Berkah

Di dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa Allah menurunkan hujan sebagai rahmat untuk kebutuhan makhluk hidup di bumi.

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (Q.S. Qaaf (50) : 9)

Menunjukkan Kebesaran Allah

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, lalu mengumpulkan bagian-bagiannya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih. Maka, kamu dapat melihat hujan itu keluar dari celah-celahnya dan Allah menurunkan butiran-butiran es dari langit yaitu dari gumpalan-gumpalan awan. Maka, Allah timpakan butiran-butiran es itu kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilt awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Q.S. An-Nur: 43)

Membawa Kabar Gembira

Datangnya hujan menjadi kabar gembira bagi manusia setelah mengalami kekeringan dan gagal panen karena tanaman tidak cukup air. Maka Allah menurunkan hujan untuk membawa kabar gembira kepada makhluk bumi.

READ  5 Adab Safar atau Bepergian Jauh dalam Islam

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (Q.S. Asy-Syura: 28).

Sebagai Pengingat Bagi Manusia

Di dalam sebuh hadis dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW. sangat cemas ketika melihat mendung sedang berarak di langit, mungkin akan datang kemurkaan Allah. Jadi, hikmah dari hujan bisa menjadi pengingat kepada manusia untuk selalu takut kepada Allah dan memohon perlindungan-Nya daripada kemurkaan-Nya.

Memunculkan Rasa Syukur di Hati Manusia

Karena hujan adalah berkah, maka ketika hujan turun kita diingatkan untuk bersyukur kepada Allah. Hujan tersebut adalah bukti bahwa Allah masih menjaga dan memberi rahmat-Nya dalam kehidupan manusia.

Seperti yang terdapat dalam hadis Rasulullah.

“Aisyah ra. Berkata, “Nabi SAW. ketika melihat hujan turun, beliau mengucapkan, “Allahumma Syayyiban Nafi’an” yang artinya “Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.”

Mengajak Manusia untuk Berpikir

“Maka terangkanlah kepada-Ku tentang iar yang kamu minum. Kamukah yang menurunkaannya atau Kami-kah yang menurunkannya?” (Q.S. Al-Waqiah: 68-69)

Ketika hujan turun, Allah mengajak kita untuk berpikir dan merenungkan tentang kuasa Allah dan kebesarannya agar kita selalu beriman kepada-Nya.

Rahmat Allah selalu Cukup Sesuai dengan perhitungan-Nya

Allah menurunkan hujan untuk menyeimbangkan alam dengan kadar air yang cukup di bumi untuk mendukung kehidupan makhluk bumi, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu dikeluarkan dari alam kubur.” (Q.S. Az-Zukhruf: 11)

Tags: