8 Pemberontakan yang Pernah Terjadi di Indonesia

Rate this post
Sumber: Tirto.id Foto/istimewa

Pemberontakan di Indonesia

Kita bersyukur hidup di Indonesia yang sekarang ini meskipun dengan berbagai masalah ekonomi yang tak kunjung selesai. Akan tetapi, tidak ada kejadian besar yang membuat negara jatuh dan terjadi pertumpahan darah dimana-mana. Dulu, Indonesia pernah berada dalam situasi konflik yang menyebabkan terjadinya pertumpahan darah.

Berikut ini beberapa pemberontakan yang paling membahayakan yang pernah terjadi di negera Indonesia.

  1. Pemberotakan PKI di Madiun (PKI Musso) – 1948

  2. Pemberontakan Darul Islam (DI) dan Tentara Islam Indonesia (TII)

  3. Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)

  4. Pemberontakan Permesta

  5. Pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)

  6. Pemberontakan Gerakan Separatis Tragedi Nasional G30S/PKI 1965

  7. Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka (OPM)

  8. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)

Diantara 8 pemberontakan yang pernah terjadi di Indonesia seperti tersebut di atas, di sini hanya akan dijelaskan tentang pemberotakan PKI di Madiun (PKI Musso) pada tahun 1948.

Pemberotakan PKI di Madiun (PKI Musso) – 1948

Pada tahun 1948, kabinet Amir Syarifuddin jatuh yang disebabkan karena kegagalannya dalam Perundingan Renville. Lalu dibentuk kabinet baru dengan Mohammad Hatta sebagai perdana Menterei, namun Amir Syarifuddin beserta anggota sayap-sayap kiri tidak setuju dengan pergantian kabinet itu.

Untuk merebut kembali kedudukannya yang telah jatuh karena dirasa merugikan bangsa Indonesia, maka pada tanggal 28 Juni 1948 Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR). Pada tanggal 11 Agustus 1948, Musso tiba dari Moskow, maka Amir dan FDR segera bergabung dengan Musso. Untuk memperkuat organisasinya, mereka pun menyusun doktrin bagi PKI yang bernama Jalan Baru.

READ  Kronologi Aksi Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka

PKI menjadikan daerah Surakarta sebagai daerah kacau dan Madiun sebagai markas gerilya. Musholla kemudian memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet di Indonesia pada tanggal 18 September 1948 dengan tujuan untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila dan menggantikannya dengan negara Komunis.

Atas perintah Jenderal Sudriman, tentara berhasil menumpaskan gerakan ini. Tokoh utamanya pun tewas, namun beberapa yang lain berhasil meloloskan diri seperti DipaNusantara Aidit (DN. Aidit).

Dalam menghadapi gerakan pemberontakan PKI, TNI sebagai aparat negara tidak diam saja. Pemerintah pun melancarkan operasi militer. Dalam hal ini, Divisi Siliwangi memiliki peran penting. Panglima Jenderal Soedirman memerintahkan Kolonel Sungkono di Jawa Timur dan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah untuk mengerahkan pasukannya  demi menumpaskan permberontakan PKI yang ada di Madiun. Maka, atas dukungan semua rakyat, pada tanggal 30 September1948 Kota Madiun berhasil direbut kembali oleh Tentara Republik Indonesia.

Akhirnya, tokoh-tokoh PKI seperti Lukman dan DN. Aidit melarikan diri ke China dan Musso tewas ditembak pada tanggal 31 Oktober 1948. Lalu, pada tanggal 1 Desember 1948, sekitar 300 orang PKI ditangkap oleh pasukan Siliwangi di daerah Purwodadi, Jawa Tengah.

Dengan berhasilnya penumpasan pemberontakan PKI di Madiun, maka bangsa dan negara Indonesia selamat dari ancaman kaum komunis. Penumpasan pemberontakan PKI berhasil dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri tanpa adanya campur tangan dari pihak asing. Meski dalam kondisi yang sangat sulit saat itu, Republik Indonesia sanggup menumpaskan pemberontakan oleh gerakan komunis yang relatif besar itu dalam waktu singkat.

Tags: