Apa Itu Reproduksi Seksual?

Apa Itu Reproduksi Seksual?
5 (100%) 2 votes

Sumber:byjus.com

Reproduksi seksual pada manusia.

Pengertian Reproduksi Seksual

Reproduksi seksual merupakan salah satu jenis reproduksi di mana ada keterlibatan sel dengan set kromosom tunggal (haploid) dan ganda (diploid). Dari perkiraan para ilmuan, disinyalir 90% lebih organisme eukariotik di dunia ini mengalami reproduksi seksual, misalnya hewan dan tumbuhan.

Berbeda dari reproduksi aseksual, reproduksi seksual membutuhkan dua indukan yaitu jantan dan betina untuk menghasilkan keturunan. Pada jantan dan betina ini terjadi perkawinan/fertilisasi sel haploid tersebut yang jika keduanya bersatu akan menghasilkan sel diploid yang berkembang menjadi organisme baru (keturunan).

Keberadaan reproduksi seksual ini tak lepas dari suatu proses yang disebut sebagai meiosis. Meiosis merupakan suatu peristiwa di mana sel diploid membelah menjadi sel haploid sebelum terjadi perkawinan tersebut.

Evolusi pada Reproduksi Seksual

Beberapa ahli biologi yang mempelajari evolusi meyakini bahwa ada penjelasan di balik mengapa reproduksi seksual terus dipertahankan selama proses evolusi ini dan mengapa dipertahankan. Rupanya, reproduksi seksual bertahan untuk mengurangi kemungkinan mutasi genetik merusak yang bisa membuat organisme punah, meningkatkan laju adaptasi terhadap lingkungan, menghadapi persaingan serta seleksi alam, dan juga perbaikan DNA.

Keberadaan reproduksi seksual yang terus dipertahankan ini memungkinkan suatu spesies untuk menunjukkan karakteristik lingkungan yang mereka huni maupun strategi pertahanan hidup yang mereka miliki. Itu karena model reproduksi seksual bervariasi dari satu spesies ke spesies lain. Misalkan pada plantae (tumbuhan) dan animalia(hewan), reproduksi seksualnya jelas tidak sama. Bahkan pada sesama animalia sendiri juga belum tentu modelnya sama.

Seleksi seksual atausexual selection

Untuk dapat bereproduksi secara seksual, jantan dan betina perlu melakukan perkawinan. Umumnya pada kingdom animalia/hewan, pasangan dipilih oleh betina sementara jantan bersaing satu sama lain untuk bisa dipilih, misalkan pada kucing (felis catus). Hal ini dapat menyebabkan organisme melakukan upaya ekstrem untuk bisa bereproduksi, misalkan bertarung dan saling membunuh.

READ  Konfigurasi Eletron, Pengertian, dan Macam-macamnya

Jadi reproduksi seksual, sebagai bentuk seleksi alam, memiliki efek pada evolusi. “Dimorfisme seksual” adalah di mana sifat-sifat fenotipik dasar bervariasi antara jantan dan betina dari spesies yang sama. Dimorfisme ditemukan pada organ seks dan karakteristik seks sekunder, ukuran tubuh, kekuatan fisik dan morfologi, ornamen biologis, perilaku dan sifat tubuh lainnya. Namun, seleksi seksual hanya tersirat selama periode waktu yang panjang yang mengarah ke dimorfisme seksual.

Inti dari dimorfisme seksual ini adalah adanya perbedaan antara jantan dan betina sebagai akibat dari perbedaan pula pada organ seksual keduanya. Organ seksual ini, sebagaimana fungsinya, juga berkaitan dengan sistem hormonal yang menyebabkan hadirnya perbedaan tersebut. Contoh mudahnya adalah pada manusia sendiri, laki-laki dan perempuan berbeda. Akan tetapi, pada burung cenderawasih, dimorfisme seksual ini sangat ekstrem dimana pejantannya memiliki warna yang cantik dan beragam sementara betinanya tidak. Ini karena pada burung cenderawasih, saat masa-masa kawin, pejantan lah yang bertugas menarik perhatian betinanya dan bukan sebaliknya. Bisa jadi fenomena tersebut adalah akibat dari evolusi.

Tags: