Bahaya Lisan yang Harus Dihindari Bagi Setiap Muslim

Bahaya Lisan yang Harus Dihindari Bagi Setiap Muslim
5 (100%) 1 vote

Lisan merupakan bagian dari mulut kita. Lisan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah lidah. Lidah, seperti yang sudah kita ketahui bahwa merupakan bagian dari mulut dan tubuh kita yang tidak bertulang. Namun, meskipun demikian akibat yang ditimbulkan organ tubuh ini bisa mencelakakan seseorang dan orang lain di dunia maupun di akhirat. Berbahayanya lisan kita di dunia adalah jika digunakan untuk menghasut atau berdusta kepada orang lain, sehingga bisa menimbulkan perpecahan atau pertikaian orang lain. Sementara akibat lisan kita yg menghsaut atau berdusta itu ganjarannya adalah di akhirat kelak. Berikut akan diulas lebih lanjut tentang keutamaan menjaga lisan dan akibat tidak bisa menjaga lisan.

Keutamaan Menjaga Lisan

Losan sesungguhnya adalah nikmat mulia dari Allah SWT. Dengan demikian seahrusnya sebagai umat manusia, kita harus bersyukur atas pemberianNya tersebut dengan cara memanfaatkan lisan dengan baik, benar dan sesuai tuntunan serta syariat agama Islam. Lisan yang dimanfaatkan sesuai tuntunan dan syariat agama akan memproduksi kebaikan.

Akumulasi dari kebaikan tersebut adalah ketenangan jiwa dan menggundang simpati orang lain. Kebaikan-kebaikan tersebut adalah menggunakan lisan untuk mengucap kalimat tauhid: Laa Ilaaha Illallah Muhammadur-Rasulullah, kalimat dzikir, perkataan santun dan lembut serta dakwah. Yang akan membuat timbangan seseorang nantinya di akhirat berat serta di dunia akan ditinggikan derajatnya.

Bahayanya Lisan

Bagian tubuh yang tak bertulang dapat menyakiti orang lain jika penggunaannya tidak sesuai aturan PemberiNya, Allah SWT. Seperti pepatah bahasa iIndonesia “Mulutmu adalah Harimaumu.” Bisa diartikan lebih lanjut bahwa keselamatan pemilik lisan tergantung pada penjagaan lisannya. Ancaman dari lisan yang tidak sesuai tuntunan adalah neraka sejauh antara arah Barat dan Timur. Ini disebabkan bahwa apa yang terucap dari lisan seringkali mengandung kesyirikan dan kekufuran. Berikut adalah perbuatan-perbuatan bahasa lisan yang harus kita waspadai karen berpengaruh terhadap timbangan amal kita kelak.

READ  Hukum Pernikahan Dalam Islam
  1. Dusta

Dusta adalah perkataan bohong. Orang yang suka berdusta sesungguhnya memiliki dua kerugian yaitu, pertama, jika kebohongannya tidak diketahui orang lain maka dia akan memdapatkan dosa dari perbuatannya tersebut. Kedua, jika kebohongannya diketahui orang lain maka orang tersebut akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Yang lebih parah adalah hukum norma di masyarakat, orang tersebut akan selalu disebut dan dikenang sebagai pendusta atau pembohong. Orang berdusta juga hidupnya tidak tenang karena selalu khawatir kebohongannya terbongkar dsan selalu memikirkan kebohongan-kebohongan lainnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

  1. Berburuk Sangka (Su’uzhzhan)

Ali bin Abu Thalib mengatakan bahwa buruk sangak akan membuat hati layu, selalu curiga terhadap orang kepercayaan, membuat asing kawan lama dan merusak persaudaraan. Dalam buruk sangka terdapat dua organ kita yang bekerja yaitu hati dan lisan. Hati menyimpan segala prasangka kepada orang lain dan lisanlah pelaku yang bertugas mengatakan sangkaan dalam hati yang kebenarannya belum pasti. Hati orang berburuk sangka akan selalu busuk karena apa yang disangkakan akan mempengaruhi pikirannya, sikapnya dan pengambilan keputusannya.

  1. Menggunjing (Ghibah)

Ghibah artnya dalah menggunjing aib seseorang. Allah Maha Suci adalah Maha Mengetahu segala hal di muka bumi dan dengan KeesaanNya selalu menyembunyikan kebaikan serta keburukan kita, tetapi kadang manusia yang hanyalah sebagian kecil dari ciptaanNya melampaui segala kekuasaanNya dengan mengatakan keburukan kita kepada umum. Faktor-faktor yang membuat orang melakukan ghibah adalah: pelampiasan kemarahan, beradaptasi dengan lingkungan baru, ingin mendahului menjelekkan orang yang dirasa akan menjelek-jelekannya, berniat cuci tangan terhadap perbuatan buruknya, ingin membanggakan diri, kedengkian, niat bercanda saja, dan melecehkan orang lain.

  1. Mengadu Domba (Namimah)

Adu domba timbul akibat rasa tidak suka terhadap orang lain. Rasa benci dan dengki adalah faktor utama adu domba. Adu domba dan dengki adalah akhlak tercela yang dibenci Allah SWT karena menimbulkan permusuhan. Seharusnya dalam Islam sesama saudara muslim tidak boleh tercipta permusuhan melainkan bersatu padu dalam kerukunan. Dosa orang mengadu domba sama dengan dosa orang memfitnah. Fitnah adalah perbuatan yang kejamnya melebihi pembunuhan.

  1. Banyak Bicara

Tidak seharusnya setiap rasa atau pikiran diutarakan, terlebih rasa atau pikiran jelek. Seamkin banyak bicara semakin banyak hal yang diungkap termasuk hal yang semestinya disembunyikan karena dapat menimbulkan efek buruk. Perlu diketahui bahwa terdapat dua kejahatan lidah yaitu lidah yang banyak membicarakan kebatilan dan lidah diam terhadap kebatilan. Kejahatan lidah bisa menjadi setajam pedang bila tidak mempergunakan lidah dengan baik dan benar sesuai tuntunan agama Islam.

READ  10 Keutamaan Shalat Tahajud

Cara Menghindarkan Diri Dari Bahaya Lisan

Ada banyak cara untuk menghindarkan diri dari bahaya lisan, namun semakin banyak pula penyebab yang membuat manusia terjerumus ke dalam bahaya lisan. Berikut adalah cara-cara menghindarkan diri dari bahaya lisan:

  1. Berpikir Masak-Masak Sebelum Berkata

Ini merupakan tabiat orang mukmin. Orang mukmin akan merenungkan terlebih dahulu apa yang akan diucapkannya sebelum lisan menunaikan tugas menyampaikan kepada orang lain. Sedangkan orang munafik kebalikannya, lebih mengutamakan lidahnya daripada lisannya dalam mengutarakan apapun. Orang munafik selalu dengan enteng berucap sesuatu hal buruk ataupun aib seseorang di khalayak umum dengan perasaan tidak bersalah.

  1. Menjauhi Perkataan Bohong

Berkata bohong adalah termasuk dosa besar yang tidak disukai Allah. Sekalipun bohongnya untuk bercanda dengan orang lain, sangat tidak dianjurkan. Jauhilah bohong atau dusta agar selamat dunia dan akhirat.

  1. Menjauhi Perkataan Yang Bersifat Adu Domba Orang Lain

Adu domba adalah bahaya lisan yang amamt dahsyat akibat serta dosanya. Banyak pembunuhan ataupun pertikaian disebabkan karena perkataan adu domba manusia. Hanya dengan satu atau dua kalimat adu domba dapat memicu kesalahpahaman yang berujung pada kehancuran dan kesedihan. Maka, jaminan Allah pada orang yang suka mengadu domba adalah tidak akan masuk surga kelak.

  1. Menjauhkan Mulut Dan Perut Dari Makanan Haram

Makanan haram berimbas buruk terhadap kita, antara lain adalah membuat kita malas beribadah, tidak terkabulnya doa-doa yang dipanjatkan serta menimbulkan kemurkaan Allah SWT. Oleh karena itu, sebaiknya kita menjauhkan diri kita dan keluarga kita dari mengkonsumsi makanan haram serta berhenti berkata dusta jika memang makanan yang kita makan merupakan hasil dari perbuatan haram. Harusnya berkata secara jujur dan segera bertaubat dan berhenti mengkonsumsi makanan haram tersebut serta berhenti berkata dusta bahwa makanan tersebut halal.

  1. Banyak Mempertanyakan Aturan Syariat Dan Berselisih Karenanya

Sesuai hadist dari H.R. Bukhari dan Muslim bahwa seharusnya manusia di muka bumi tidak perlu mempertanyakan atau memperdebatkan semua perintah ataupun larangan yang sudah ditentukan Allah SWT karena sesungguhnya memnyangsikan semua ketentuan, perintah dan larangan Allah SWT sama dengan kehancuran. Selain itu juga dapat menjadikan perselisihan di atara umat Allah. Melakukan semua tuntunan, perintah dan larangan Allah SWT sesuai kemampuan kalian adalah sebaik-baiknya umat.

  1. Menghindari Ghibah

Ghibah adalah perbuatan menggunjing aib ataupun kekurangan orang lain ke khalayak umum. Perbuatan bahaya lisan ini sangat mengganggu dan membuat fitnah yang menyengsarakan orang yang dighibahi. Seseorang yang melakukan perbuatan ghibah memiliki dosa lebih besar daripada zina.  Allah tidak akan mengampuni dosa ghibah kecuali orang yang dighibahi tersebut memaafkan dan meridhoinya.

  1. Tidak Berkata Kasar Ataupun Kotor

Perkataan kasar atau kotor sejatinya adalah pembantahan terhadap keimanan yang diakuinya sendiri. Begitu mudahnya orang mengucap hal kasar dan kotor, seperti menyebut hewan atau kotoran dengan nada bercanda dan tanpa dosa, tanpa mengira bahwa hal tersebut dapat menyakiti hati orang yang disebut. Yang paling tidak disadari orang tersebut adalah dosa yang dilakukannya berimbalan neraka kelak.

READ  7 Adab Berpakaian Bagi Lelaki Muslim

Telah diketahui dari ulasan di atas tentang bahaya lisan dan keutamaanya serta cara-cara menghindari bahaya lisan. Semoga kita dapat menjauhi semua yang menghasilkan mudharat dan mendekati semua kebaikan untuk kepentingan dunia dan akhirat kita kelak. Jaga hati jaga pikiran dan tentunya, jaga lisan.