Cara Memahami dengan Mudah Kalimat Majemuk, Pengertian, Macam-macam dan Contohnya

Cara Memahami dengan Mudah Kalimat Majemuk, Pengertian, Macam-macam dan Contohnya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk mungkin sudah kalian pelajari sejak di Sekolah Menengah Pertama(SMP) atau saat di Sekolah Menengah(SMA) yaitu, pada pelajaran Bahasa Indonesia. Pada waktu saya duduk di bangku SMA pada saat kelas sepuluh atau satu SMA saya baru diberi materi tersebut.

compund-sentences

Biasanya memang materi ini merupakan materi yang rumit dan membuat bingung. Dikarenakan kalimat majemuk ini memiliki jenis atau macam-macamnya yang lumayan banyak. Materi yang kami terima berupa pengertian dan beberapa macam serta contoh dari kalimat majemuk sendiri. Dan kalau kalian tidak mencermati dengan baik perbedaannya, kalian akan bingung sendiri.

Maka dari itu, untuk mengawali materi ini alangkah baiknya kita mengetahui arti dari kalimat majemuk terlebih dahulu. Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua buah klausa atau lebih yang dihubungkan oleh konjungsi, kata hubung, atau kata sambung, dimana klausa-klausa pada kalimat majemuk terdiri dari anak kalimat dan induk kalimat.

Nah untuk yang masih bingung, klausa adalah gabungan antara sebuah subjek dengan sebuah predikat, serta dapat juga ditambah dengan objek, keterangan, dan sebagainya. Sekurang-kurangnya kata dalam klausa adalah masih dapat terdiri dari objek dan predikat. Perhatikan kalimat berikut ini. ‘Pejabat itu pernah mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dalam perdamaian dunia’.

Yang dimaksud klausa pada kalimat diatas adalah klausa dikenali dari bagian yang memiliki subjek dan predikat serta memiliki potensi menjadi kalimat. Kalimat itu memiliki 2 klausa yang dihubungkan dengan kata bahwa, yaitu (1) pejabat itu pernah mengatakan dan (2) Indonesia dapat berperan dalam perdamaian dunia.

Inilah jenis-jenis dari kalimat majemuk :

  1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat sederajat atau setara. Kalimat majemuk setara ini tidak memiliki anak kalimat. Apabila dipisahkan satu dengan yang lainnya kalimat tersebut dapat berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat, atau dapat dikatakan juga sebagai klausa.

READ  Cara Penyelesaian Program Linear

Adapun pembeda atau ciri-ciri yang dapat kalian perhatikan disini adalah, konjungsinya atau kata hubungnya. Kalimat setara hanya menggunakan kata penghubung seperti dan, sebelum, setelah, lalu, ketika, bahkan, kemudian, atau sedangkan.

Berikut adalah contohnya :

  • Nina membeli donat dan Riko membeli permen.
  • Ibu membeli ikan dipasar sebelum hujan turun.
  • Bapak mencuci mobil kemudian mengelapinya hingga kering.

Beberapa tips atau hal yang perlu diingat agar dapat membedakannya yaitu, yang pertama kalimat setara adalah kalimat yang sejajar, yaitu yang kedudukan sama. Memiliki waktu yang sama dan saling nyambung pada kalimat sebelumnya. Yang kedua juga perhatikan konjungsinya, konjungsi pada kalimat ini lebih sederhana dari kalimat majemuk lainnya.

  1. Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk yang merupakan gabungan dari beberapa kalimat tunggal dengan hanya menyebut bagian-bagian yang sama sekali saja. Dengan kata lain, kalimat-kalimat tunggal yang dirapatkan menjadi satu bentuk kalimat dengan dipisahkan tanda koma dan konjungsi “dan”.

Contohnya adalah

  • Bino menjenguk Andi di Rumah Sakit

Aldi menjenguk Andi di Rumah Sakit

( Bino dan Aldi menjenguk Andi di Rumah Sakit)

  • Nona membeli donat di Pasar

Nona membeli lemper di Pasar

Nona membeli boneka di Pasar

(Nona membeli, donat, lemper dan boneka di Pasar)

Bisa ditarik kesimpulan bahwa, kalimat majemuk rapatan adalah kalimat yang memiliki pola sama yang kemudian bisa dirapatkan atau digabungkan. Dengan menghilangkan atau mengganti kata yang sama kemudian digabungkan menjadi satu kalimat agar terkesan efisien. Yaitu dengan penambahan konjungsi dan, serta tanda koma(,).

  1. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk yang hubungan pola-polanya tidak sederajat. Salah satu pola menduduki fungsi lebih tinggi dari pola lain. Bagian yang lebih tinggi disebut induk kalimat, bagian yang lebih rendah disebut anak kalimat. Dan biasanya selalu menggunakan konjungsi yaitu jika, sebab, sehingga, ketika, bahwa, bagaikan, dan walaupun.

READ  Mengetahui Lebih Dalam Mengenai Kalimat Efektif, Ciri-Ciri, dan Syaratnya

Contohnya adalah :

  • Ani membantu Ibu di dapur, walaupun baru saja pulang dari Sekolah.
  • Sekolah itu akan banjir, jika hujan tak kunjung berhenti.
  • Nino hari ini tidak masuk Sekolah, sebab ia sedang sakit.
  1. Kalimat Majemuk Campuran

Sesuai namanya, kalimat ini merupakan kalimat campuran yang merupakan gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Dalam kalimat majemuk campuran, sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat tunggal.

Contohnya adalah :

  • Ibu memasak di Dapur

Ayah membaca koran

Adik pulang sekolah

(Ibu sedang memasak di Dapur dan Ayah membaca koran ketika adik pulang sekolah)

  • Nino bermain bola di Lapangan

Hujan turun dengan deras

Nino Pulang kehujanan

(Nino bermain bola di Lapangan dan Hujan turun dengan deras kemudian Nino pulang kehujanan)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa, kalimat campuran adalah kalimat yang memiliki tiga kalimat atau lebih sehingga dapat dikatakan kalimat campuran. Bagaimana dengan materi kali ini? Semoga bermanfaat.

Tags: