Cara Menguasai Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

Rate this post

Pasti kalian sudah mengetahui daftar pustaka sebelumnya. Daftar pustaka dapat kalian temui pada bagian akhir suatu buku ataupun karya tulis ilmiah lainnya. Walaupun terlihat sepele, namun daftar pustaka sendiri mempunyai fungsi yang amat mendalam. Apabila ditelaah dengan lebih mendalam lagi, daftar pustaka mempunyai sistematika penulisan sehingga dapat terlihat runtut dan rapi. Mari kita ulas mengenai cara penulisan daftar pustaka yang benar.

Daftar Pustaka

Adalah suatu susunan tulisan di akhir sebuah karya ilmiah yang isinya berupa nama penulis, tahun penerbit, judul tulisan, kota penerbit, dan penerbit dan dapat sebagai sumber atau rujukan seorang penulis dalam berkarya. Karena, untuk menuliskan daftar pustaka yang baik dan benar juga harus tetap memperhatikan ketepatan penulisan.

Sebelum kita beralih ke cara-cara penulisan, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui fungsi dari daftar pustaka sendiri.

  1. Membuktikan kejujuran penulis kalau isi tulisan yang ada di karya ilmiah  itu bukan semata-mata hasil dari pemikirannya namun orang lain juga.
  2. Sebagai tanda penghargaan serta pengakuan untuk sang penulis yang hasil pemikirannya berupa tulisan diambil untuk sumber referensi atau rujukan
  3. Meringankan pembaca yang ingin mendalami lebih jauh, yaitu dengan mengulas buku-buku atau sumber referensi yang dibuat dalam karya ilmiah tersebut.
  4. Sebagai syarat sistematika dari penulisan karya tulis ilmiah.

Cara penulisan daftar pustaka yang benardapat kalian lihat pada uraian dibawah ini :

  1. Nama

Untuk penulisan nama sendiri, di dalam daftar pustaka nama pengarang ditulis mulai dari nama belakang/keluarga dibalik dan kemudian diberi tanda koma(,) kecuali nama cina. Dan untuk pengurutan nama, nama yang abjadnya paling awal diletakkan dipaling atas atau di paling utama.

  1. Satu pengarang
READ  Pengertian, Tata Cara dan Manfaat Daftar Pustaka

Supriyono. 1998. Tata Cara Pengelolaan Keuangan. Jawa Timur: PT. Gramedia.

  1. Dua pengarang

Bambang, D.G., dan Saraswati Nuraini. 2000. Metode Statistika. Lampung: Karya Media Utama.

  1. Tahun Penerbit

Setelah menuliskan nama penerbit, langkah selanjutnya adalah penulisan tahun penerbit. Jangan terkecoh pada angka awal tahun penerbit, bisa saja buku yang dipakai adalah buku cetakan pertama, kedua atau ketiga. Sehingga penulis salah meletakkan atau memposisikan tahun penerbit itu sendiri pada daftar pustaka.

  1. Judul Buku

Setelah itu, tanda penghubung antar sistematika adalah tanda(.) jadi, setelah menuliskan nama, kemudian titik(.) dan kemudian baru tahun penerbit, titik(.) baru judul buku, begitupun seterusnya. Dan jangan lupa, untuk penulisan judul ditulis secara lengkap dengan style tulisan miring(italic).

  1. Kota Penerbit

Selanjutnya adalah penulisan kota penerbit, kota penerbit berasal darimana buku itu diterbitkan. Dan setelah kota penerbit selalu diikuti dengan tanda titik dua(:) dimana ini menjadi ciri khas, dan terkadang banyak dilupakan orang. Jangan sampai lupa atau bahkan terlewat.

  1. Penerbit

Nah, langkah terakhir setelah menuliskan kota penerbit cara penulisan daftar pustaka yang benar adalah dengan diikuti titik dua(:) adalah penerbit. Penerbit adalah perusahaan atau industri yang berkonsentrasi memproduksi dan memperbanyak sebuah literatur dan informasi atau sebuah aktivitas membuat informasi yang dapat dinikmati publik.

Singkatnya adalah, penerbit adalah nama perusahaan atau industri tempat dimana buku itu diterbitkan. Misalkan saja Gramedia Widiasarana Indonesia(Grasindo) atau Gagas Media dan penerbit terkenal lainnya. Itulah diantaranya hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka.

Berikut adalah hal yang harus diperhatikkan dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :

  1. Struktur penulisan pada daftar pustaka dimulai dengan urutan nama, tahun terbit, judul, lokasi penerbit, lalu nama penerbit.
  2. Pada masing-masing bagian harus dipisah dengan tanda titik, “.”.
  3. Pada lokasi penerbit dengan nama penerbit harus dipisah dengan tanda titik dua, “:”.
  4. Pada penulisan nama penulis Anda tidak perlu mencantumkan gelar akademiknya ataupun keturunan serta agamanya.
  5. Penulisan judul karya tulis menggunakan font italic. Kecuali apabila bersumber dari artikel maka judul artikel ditulis seperti biasa apapun bahasanya. Lalu pada penulisan judul artikel apabila terdapat istilah asing maka harus ditulis miring.
  6. Terakhir yang perlu anda ketahui adalah kategori sumber berpengaruh terhadap cara penulisan daftar pustaka itu sendiri.
READ  Mengetahui Contoh dan Cara Penulisan Daftar Pustaka Bersumber dari Koran atau Majalah yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Nah, itulah penjelasan dari cara penulisan daftar pustaka yang benar, semoga dapat bermanfaat.

Tags: