Cara Menulis Daftar Pustaka dengan Mudah

Rate this post

Istilah daftar pustaka

Sebelumnya, apakah kalian mengetahui daftar pustaka itu apa? Dan bagaimana cara menulis daftar pustaka itu? Istilah daftar pustaka tentunya akan banyak dibahas ketika kalian ingin membuat suatu karya tulis ilmiah. Dikarenakan, daftar pustaka sendiri adalah salah satu syarat dari pembuatan suatu karya tulis ilmiah itu sendiri.

Namun, jika kalian ingin membuat suatu karya tulis ilmiah, terbilanglah misalkan kalian ingin membuat makalah atau laporan, tentunya kalian akan membutuhkan sekali referensi terkait dengan objek yang kalian teliti di makalah atau laporan tersebut. Dan di dalam suatu karya tulis ilmiah tentunya diharuskan mencantumkan suatu rujukan atau referensi yang sudah kalian cari yang nantinya akan dimasukkan dalam karya tulis tersebut.

Lantas, bagaimana cara menulis daftar pustakaitu? sebelum itu akan saya jabarkan pengertian dari daftar pustaka itu sendiri. Daftar Pustaka adalah suatu susunan tulisan di akhir sebuah karya ilmiah yang isinya berupa nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit. Daftar pustaka ini digunakan sebagai sumber atau rujukan seorang penulis dalam berkarya. Simaklah cara menulis daftar pustaka dibawah ini :

  1. Nama

Untuk penulisan nama sendiri, di dalam daftar pustaka nama pengarang ditulis mulai dari nama belakang/keluarga dibalik dan kemudian diberi tanda koma(,) kecuali nama cina. Dan untuk pengurutan nama, nama yang abjadnya paling awal diletakkan dipaling atas atau di paling utama.

  • Satu pengarang

Untuk nama yang menggunakan satu pengarang, nama belakang diletakkan didepan kemudian diberi tanda koma. Misalkan Endah Agustina.

READ  Pengertian Kalimat Majemuk

Agustina, Endah. 1998. Tata Cara Pengelolaan Keuangan. Jawa Timur: PT. Gramedia.

  • Dua pengarang dan atau lebih dari tiga pengarang

Nama dua pengarang tetap dibalik yang nama pertamanya kemudian disusul dengan pengarang kedua dengan bubuhan kata “dan”. Untuk pengarang lebih dari tiga, kalian hanya bisa membubuhi satu nama didepan, dibalik dan menambahkan “dkk”, yaitu dan kawan-kawan, contohnya :

Bambang, D.G., dan Saraswati Nuraini. 2000. Metode Statistika. Lampung: Karya Media Utama.

Agus, Optimus dkk. 2001. Penulisan Tabel Periodik. Jakarta:PT Gramedia.

  1. Tahun Penerbit

Cara menulis daftar psutaka juga harus memperhatikan segala aspeknya. Setelah menuliskan nama penerbit, langkah selanjutnya adalah penulisan tahun penerbit. Jangan terkecoh pada angka awal tahun penerbit, bisa saja buku yang dipakai adalah buku cetakan pertama, kedua atau ketiga. Sehingga penulis salah meletakkan atau memposisikan tahun penerbit itu sendiri pada daftar pustaka.

  1. Judul Buku

Setelah itu, tanda penghubung antar sistematika adalah tanda(.) jadi, setelah menuliskan nama, kemudian titik(.) dan kemudian baru tahun penerbit, titik(.) baru judul buku, begitupun seterusnya. Dan jangan lupa, untuk penulisan judul ditulis secara lengkap dengan style tulisan miring(italic).

  1. Kota Penerbit

Selanjutnya adalah penulisan kota penerbit, kota penerbit berasal darimana buku itu diterbitkan. Dan setelah kota penerbit selalu diikuti dengan tanda titik dua(:) dimana ini menjadi ciri khas, dan terkadang banyak dilupakan orang. Jangan sampai lupa atau bahkan terlewat.

  1. Penerbit

Nah, langkah terakhir cara menulis daftar pustaka adalah menuliskan kota penerbit dengan diikuti titik dua(:) adala penerbit. Penerbit adalah perusahaan atau industri yang berkonsentrasi memproduksi dan memperbanyak sebuah literatur dan informasi atau sebuah aktivitas membuat informasi yang dapat dinikmati publik.

READ  Mengetahui Contoh dan Cara Penulisan Daftar Pustaka Bersumber dari Koran atau Majalah yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Singkatnya adalah, penerbit adalah nama perusahaan atau industri tempat dimana buku itu diterbitkan. Misalkan saja Gramedia Widiasarana Indonesia(Grasindo) atau Gagas Media dan penerbit terkenal lainnya.

 Itulah diantaranya cara menulis daftar pustaka  semoga bermanfaat.

Tags: