Cermin Cembung, Pengertian, Sinar Istimewa, Sifat Bayangan, dan Rumusnya

Cermin Cembung, Pengertian, Sinar Istimewa, Sifat Bayangan, dan Rumusnya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Cermin Cembung

Cermin cembung adalah cermin yang berbentuk lengkung dengan permukaan yang memantulkan cahaya ke luar dan bersifat divergen atau menyebarkan cahaya. Berkas cahaya yang datang dan mengenai permukaan cermin cembung akan dipantulkan kembali dari satu titik dan menyebar ke segala arah.

Contoh penggunaan cermin cembung dalam kehidupan sehari-hari, adalah seperti kaca spion yang digunakan pada motor dan mobil, dan cermin yang ada di persimpangan jalan.

Sinar Istimewa Cermin Cembung

Ada 3 sinar istimewa dari cermin cembung, seperti berikut ini.

  1. Sinar yang datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari titik fokus.

  2. Sinar yang datang menuju R akan dipantulkan kembalidari R.

  3. Sinar yang datang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.

Sifat Bayangan Cermin Cembung

Sifat bayangan cermin cembung apabila jarak benda lebih kecil daripada panjang fokus cermin cembung (s < f):

  1. Berkas cahaya tidak melalui bayangan karena bayangan berada di belakang cermin cembung atau disebut juga dengan maya.
  2. Bayangannya tidak berbalik atau tegak.
  3. Semakin jauh benda dari cermin cembung, maka akan semakin kecil ukuran bayangannya.
  4. Semakin jauh benda dari cermin cembung, maka akan semakin jauh bayangannya.
READ  Pemanasan Global, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Sifat bayangan jika jarak benda setara dengan panjang titik fokus cermin cembung (s =f):

  1. Berkas cahaya tidak melalui byangan karena bayangan terketak di bekakang cermin, atau disebit juga dengan maya.
  2. Bayangannya tegak.
  3. Bayangannya diperkecil (ukuran bayangan setengah dari ukuran benda).
  4. Jarak bayangan lebih kecil daripada jarak benda (jarak bayangan setengah dari jarak benda).

Jika jarak benda lebih besar daripada panjang fokus dan lebih kecil daripada jari-jari kelengkungan cermin cembung (f < s < R):

  1. Diperkecil (ukuran bayangan lebih kecil daripada ukuran benda).
  2. Semakin jauh benda dari cermin, maka bayangan akan semakin jauh.

Jika jarak benda setara dengan jari-jari kelengkungan cermin cembung (s =R):

  1. Diperkecil dengan ukuran bayangan 1/3 dari ukuran benda.
  2. Jarak bayangan lebih kecil daripada jarak benda dengan jarak 1/3 dari jarak benda.

Jika jarak benda lebih besar daripada jari-jari kelengkungan cermin cembung (s > R):

  1. Maya
  2. Tegak
  3. Diperkecil dengan ukuran bayangan lebih kecil darpada ukuran benda.
  4. Jarak bayangan lebih kecil daripada jarak benda dengan bayangan benda lebih kecil dengan cermin, sedangkan benda lebih jauh dari cermin.

Rumus Cermin Cembung

-1/f = 1/s + 1/s’

Dengan: f = fokus cermin

s = jarak benda dari cermin

s’ = jarak bayangan

Untuk mencari perbesaran bayangan pada cermin cembung dapat digunakan rumus:

M = s’/s = h’/h

Dengan: s = jarak benda dari cermin

s’ = jarak bayangan

h’ = tinggi bayangan

h = tinggi benda

Tags: