Contoh Daftar Pustaka dan Beberapa Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Daftar Pustaka

Diposting pada
Contoh Daftar Pustaka dan Beberapa Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Daftar Pustaka
5 (100%) 1 vote

Daftar pustaka

Adalah suatu susunan tulisan di akhir sebuah karya ilmiah yang isinya berupa nama penulis, tahun penerbit, judul tulisan, kota penerbit, dan penerbit dan dapat sebagai sumber atau rujukan seorang penulis dalam melakukan penelitian. Karena, untuk menuliskan daftar pustaka yang baik dan benar juga harus tetap memperhatikan ketepatan penulisan.

Pada kali ini, kita juga akan membahas mengenai contoh daftar pustaka yang benar dan  membahas kesalahan-kesalahan apa saja yang sering dilakukan orang dalam pembuatan daftar pustaka. Daftar pustaka sendiri juga sangat penting dalam karya tulis ilmiah karena daftar pustaka sendiri adalah syarat kevalidan dari suatu penulisan tersebut.

Ini adalah tata cara atau sistematika penulisan daftar pustaka yang baik dan benar :

  1. Nama

Untuk penulisan nama sendiri, di dalam daftar pustaka nama pengarang ditulis mulai dari nama belakang/keluarga dibalik dan kemudian diberi tanda koma(,) kecuali nama cina. Dan untuk pengurutan nama, nama yang abjadnya paling awal diletakkan dipaling atas atau di paling utama.

  1. Tahun Penerbit

Setelah menuliskan nama penerbit, langkah selanjutnya adalah penulisan tahun penerbit. Jangan terkecoh pada angka awal tahun penerbit, bisa saja buku yang dipakai adalah buku cetakan pertama, kedua atau ketiga. Sehingga penulis salah meletakkan atau memposisikan tahun penerbit itu sendiri pada daftar pustaka.

  1. Judul Buku

Setelah itu, tanda penghubung antar sistematika adalah tanda(.) jadi, setelah menuliskan nama, kemudian titik(.) dan kemudian baru tahun penerbit, titik(.) baru judul buku, begitupun seterusnya. Dan jangan lupa, untuk penulisan judul ditulis secara lengkap dengan style tulisan miring(italic).

  1. Kota Penerbit

Selanjutnya adalah penulisan kota penerbit, kota penerbit berasal darimana buku itu diterbitkan. Dan setelah kota penerbit selalu diikuti dengan tanda titik dua(:) dimana ini menjadi ciri khas, dan terkadang banyak dilupakan orang. Bisa dilihat sendiri nanti bagaimana contoh daftar pustaka dan kesalahannya dibawah ini.

  1. Penerbit

Nah, langkah terakhir setelah menuliskan kota penerbit dengan diikuti titik dua(:) adala penerbit. Penerbit adalah perusahaan atau industri yang berkonsentrasi memproduksi dan memperbanyak sebuah literatur dan informasi atau sebuah aktivitas membuat informasi yang dapat dinikmati publik.

READ  Pengertian : Paragraf, Jenis-Jenis dan Penjelasannya

Sebelum mengetahui contoh daftar pustaka yang baik dan benar, disini terdapat penjelasan singkatnya yaitu, penerbit adalah nama perusahaan atau industri tempat dimana buku itu diterbitkan. Misalkan saja Gramedia Widiasarana Indonesia(Grasindo) atau Gagas Media dan penerbit terkenal lainnya. Itulah diantaranya hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka.

Ini adalah contoh kumpulan beberapa daftar pustaka yang baik dan benar :

  • Anderson, Benedict. 2006. “Memberdayakan Masyarakat dalam Pelaksanaan 10 Pilar Demokrasi” dalam Pendidikan Nilai Moral dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Laboratorium Pkn UPI.
  • Asshidiqie, Jimly. 2010. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Bachtiar, Harsja W. 1992. Wawasan Kebangsaan Indonesia Gagasan dan Pemikran Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa. Jakarta: Bakom PKB Pusat.

Nah, itulah beberapa contoh daftar pustaka yang benar, mari selanjutnya kita ulas kesalahan apa saja yang biasa dilakukan oleh penulis daftar pustaka.

  1. Salah mengurutkan ketepatan atau keruntutan dari sistematika daftar pustaka, misalkan saja nama kota diletakkan dipaling belakang. Cara dengan mudah menghafal sistematika urutan daftar pustaka adalah dengan mengingat NATAJUKOPPEN.
  2. Penulisan judul tidak dilakukan secara italic atau tulisan miring, dan tidak memperhatikan konjungsinya, padahal seharusnya konjungsi ditulis dengan huruf kecil.
  3. Penulisan nama tidak dibalik dan tidak diurutkan secara abjad.
  4. Memperhatikan peletakkan tanda baca, yaitu tanda titik(.) dan tanda titik dua(:) jangan sampai salah dalam melakukan peletakkannya.

Semoga dapat bermanfaat untuk kalian yang membacanya, dan kalian sudah mengetahui kesalahan-kesalahan apa saja yang harus diperhatikan dalam penulisn daftar psutaka. Selamat belajar dan silahkan share ke teman-teman Anda.