Definisi dan Tujuan Pendidikan Jasmani Menurut Beberapa Ahli

Rate this post

Definisi Pendidikan Jasmani Menurut Para Ahli

Menurut Aip Syarifudin, dkk pada buku Nurhadi Santoso dihalaman 3 Pendidikan jasmani adalah suatu proses melalui aktivitas jasmani yang dirancang dan disusun secara sistematis untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan serta meningkatkan kemampuan dan ketrampilan jasmani, kecerdasan dan pembentukan watak serta nilai dan positif bagi setiap warga Negara dalam rangka mencapai sebuah tujuan pendidikan.

Sedangkan menurut Arma Aboellah (dalam Guntur, 2009:15) menyatakan pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan individu secara organik, neuro muscular, intelektual dan emosional.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan suatu proses pendidikan yang melibatkan aktivitas jasmani,  yang  disusun  secara  sistematis  dan bertahap berdasarkan tingkat pertumbuhan serta perkembangan, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan jasmani, membentuk potensi-potensi yang ada dan membentuk kepribadian individu yang berintelektual dan kepribadian sosial guna mencapai tujuan pendidikan nasional.

Tujuan Pendidikan Jasmani Menurut Para Ahli

Pendidikan Jasmani bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,  keterampilan gerak, penalaran , keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, tindakan moral, pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematis. Berikut adalah beberapa Tujuan Pendidikan Jasmani menurut para ahli.

READ  Penjelasan Penyakit Anemia, gejala dan penyebab

Tujuan Penjas Menurut Bloom & Krathwohl (1956) Digolongkan dalam tiga ranah :

  1. Ranah kognitif (pengetahuan/intelektual)
  2. Afektif (perasaan/emosi/sikap)
  3. Psikomotor (keterampilan gerak)

Sedangkan Menurut Annarino (1980), ditambah satu ranah lagi:

  1. Ranah kognitif (pengetahuan/intelektual)
  2. Afektif (perasaan/emosi/sikap)
  3. Psikomotor (keterampilan gerak)
  4. Ranah jasmani (berfungsinya sistem tubuh)

Ranah Kognitif (Pengetahuan)

  1. Mengetahui makna sikap tubuh yang baik.
  2. Mengetahui fungsi tubuh yang baik.
  3. Memahami makna dan pentingnya kebugaran jasmani.
  4. Memahami peraturan, strategi, dan nilai-nilai jasmani.
  5. Mengetahui peraturan bagi keselamatan di air.

Ranah Afektif (Perasaan/sikap)

  1. Berkeinginan untuk sehat.
  2. Membutuhkan latihan jasmani agar bugar.
  3. Menghargai nilai sportivitas.
  4. Memelihara hubungan yang sehat dalam kelompok.
  5. Menghargai hak-hak orang lain.

Ranah Psikomotorik (keterampilan gerak)

  1. Kemampuan berjalan, berlari, duduk yang baik.
  2. Menguasai cabang olahraga tertentu.
  3. Memiliki kemampuan berenang dengan baik.
  4. Memiliki keterampilan beladiri dengan baik.
  5. Memiliki kemampuan keterampilan dasar seperti lari, lompat, lempar, angkat dalam aktivitas jasmani.

Tujuan Penjas Menurut Bucher (1983)

  1. Perkembangan kesehatan, jasmani, dan organ – organ tubuh.
  2. Perkembangan mental-emosional
  3. Perkembangan neuro-muskular.
  4. Perkembangan sosial.
  5. Perkembangan intelektual.

Menurut Nurhasan

  1. Meletakkan landasan moral yang kuat dalam pendidikan jasmani
  2. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, soial, toleransi.
  3. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui pendidikan jasmani
  4. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, dan percaya diri.

Itulah beberapa definisi mata pelajaran Pendidikan Jasmani menurut beberapa ahli. Yang pada intinya mata pelajaran ini diharapkan dapat membina siswa dan siswi menjadi kepribadian yang baik secara jasmani dan rohani.