Demokrasi Liberal, Pengertian, Ciri, Sistem Pemerintahan, Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Demokrasi Liberal, Pengertian, Ciri, Sistem Pemerintahan, Serta Kelebihan dan Kekurangannya
5 (100%) 1 vote
Sumber: geotimes.co.id

Pengertian Demokrasi Liberal

Daftar Isi :

READ  Jenis-jenis Kebijakan Fiskal dan Kegunaannya

Demokrasi liberal adalah sistem politik yang menganut sistem kebebasan untuk setiap individu. Dilihat dari namanya, demokrasi liberal berarti salah satu bentuk sistem pemerintahan yang berkiblat pada demokrasi. Sementara itu, liberal disini diartikan sebagai perwakilan. Jadi secara umum, demokrasi liberal atau demokrasi konstitusional adalah salah satu sistem pemerintahan demokrasi yang dalam pelaksanaannya melalui perwakilan.

Demokrasi liberal dicetuskan oleh penggagas teori kontrak sosial Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean-Jacques Rousseau pada Abad Pencerahan. Sistem pemerintahan demokrasi liberal di Indonesia berlangsung pada tahun 1950-1959.

Dalam sistem pemerintahan demokrasi liberal, keputusan-keputusan yang banyak diambil melalui proses perwakilan ataupun secara langsung yang diterapkan dalam sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintahan. Hal ini dilakukan agar tidak ada keputusan pemerintah yang melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti yang tercantum dalam konstitusi.

Ciri-ciri Demokrasi Liberal

Berikut ciri-ciri negara dengan sistem pemerintah demokrasi liberal.

  1. Sistem pemerintahan menganut paham demokrasi dan dituangkan dalam konstitusi.

  2. Pemimpin negara dan wakil rakyat diganti dan dipilih oleh rakyat.

  3. Adanya wakil rakyat yang bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan membatasi kekuatan pemimpin negara dalam lembaga pemerintahan.

  4. Kekuasaan tidak terfokus pada satu pemegang kekuasaan sehingga proses pengambilan keputusan berjalan lambat.

  5. Peraturan undang-undang memiliki batasan kekuasaan lembaga eksekutif dan kekuasaan lembaga eksekutif dibatasi secara konstitusional.

  6. Keputusan ditetapkan berdasarkan mayoritas.

  7. Kekuasaan terhadap negara terfokus pada parlemen.

  8. Adanya sistem voting dalam pengambilan keputusan.

  9. Kebebasan atas kepercayaan masing-masing sehingga negara tidak mungkin berlandaskan agama seperti negara Arab yang berlandaskan agama Islam.

  10. Alokasi sumber daya alam dan manusia dapat dikontrol dengan baik.

Negara-negara yang Menganut Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal dominan di banyak negara barat selama satu hingga dua ratus tahun tahun terakhir. Perbedaan yang utama antara demokrasi liberal dengan bentuk-bentuk demokrasi yang lainnya adalah seperangkat institusi dimana suara politik warga negara dikumpulkan dan diekspresikan melalui lembaga dan proses perwakilan.

READ  Kerajaan Tertua di Indonesia

Berikut daftar negara yang menganut demokrasi liberal:

  1. India

  2. Israel

  3. Jepang

  4. Korea Selatan

  5. Taiwan

  6. Islandia

  7. Swiss

  8. Afrika Selatan

  9. Kanada

  10. Meksiko

  11. Amerika Serikat

  12. Argentina

  13. Brasil

  14. Chili

  15. Australia

  16. Selandia Baru

Kelebihan Demokrasi liberal

Berikut beberapa kelebihan dari demokrasi liberal bagi negara.

  1. Tingkat kebebesan individu, penghasilan penduduk, dan siap menang pada perang menjadi semakin yang tinggi.

  2. Berkurangnya penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah.

  3. Fokus terhadap rencana jangka pendek.

  4. Mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Kekurangan Demokrasi Liberal

Berikut beberapa kekurangan dari demokrasi liberal untuk negara.

  1. Adanya kebebasan pergaulan pada usia dini.

  2. Tidak fokus pada rencana jangka panjang negara.

  3. Kurangnya demokrasi langsung dalam mengambil keputusan.

  4. Dapat terjadi monopoli kekuasaan.

  5. Bisa terjadi konflik etnis dan agama yang lebih tinggi.

  6. Serangan terorisme yang lebih tinggi.

Demikian ulasan tentang demokrasi liberal, ciri-cirinya, sistem pemerintahan, serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat.

Tags: