Fertilisasi dan Menstruasi pada Reproduksi Manusia

Rate this post

Reproduksi Manusia

Reproduksi pada manusia merupakan reproduksi seksual di mana gamet jantan membuahi gamet betina untuk menghasilkan embrio. Pembuahan ini terjadi di dalam tubuh wanita maka dari itulah disebut sebaagai fertilisasi internal. Lalu bagaimana kah proses fertilisasi tersebut dan apa kaitannya dengan menstruasi? Baca ulasan selengkapnya berikut.

Proses fertilisasi dan perkembangan

Sumber:toppr.com

Gamet jantan yaitu sel sperma masuk ke dalam tubuh wanita melalui proses yang disebut sebagai kopulasi. Setelah miliaran sperma masuk di dalam vagina, sperma-sperma tersebut perlu melakukan perjalanan ke atas untuk mencapai sel telur yang dilepaskan dari ovarium di saluran tuba. Ketika sperma bertemu sel telur, ia perlu menembus lapisannya untuk menyebabkan pembuahan. Setelah dibuahi tersebut, kedua gamet yang telah melebur ini lantas membentuk zigot diploid.

Setiap gamet orangtua (sperma dan sel telur) masing-masing memberikan sumbangan 23 kromosom pada peristiwa fertilisasi ini yitu 22 kromosom tubuh dan 1 kromosom seks. Dengan demikian, zigot mengandung 46 kromosom, yang jumlahnya merupakan dua kali lipat masing-masing gametnya sehingga disebut diploid. Berbeda dengan sel telur maupun sperma yang haploid.

Setelah fertilisasi terjadi, lapisan luar hasil leburan tersebut—zigot—akan menebal untuk mencegah lebih dari satu sperma membuahinya. Selanjutnya, zigot membentuk morula dan kemudian menjadi blastokista. Kemudian muncul pula perkembangan vili korionik dari lapisan luar blastokista yang dikenal sebagai korion.

Vili ini berfungsi untuk melekatkan diri pada dinding dalam rahim. Implantasi adalah proses pelekatan embrio ke dinding rahim. Jaringan antara embrio yang tumbuh dan dinding rahim ibu membentuk plasenta. Plasenta berfungsi untuk memberi nutrisi pada embrio sampai kelahirannya. Hormon estrogen dan progesteron membantu mempertahankan plasenta dan janin di dalam rahim. Periode kehamilan normal untuk manusia adalah 38 minggu—sembilan bulan lebih sedikit.

READ  Memahami Sistem Reproduksi Pada Pria dan Wanita

Siklus menstruasi

Menstruasi adalah proses biologis yang terjadi pada wanita setelah mereka mencapai pubertas. Pubertas ini sendiri menandakan bahwa ada kematangan sel telur pada wanita. Sebenarnya, proses pematangannya sendiri sudah dimulai sejaak seorang anak perempuan lahir, oosit primer atau pematangan tahap satu. Ketika anak mencapai pubertas, proses meiosis terus memunculkan oosit sekunder. Oosit sekunder ini dilepaskan dari masing-masing ovarium wanita ke tuba fallopi.

Permukaan ovarium yang telah melepaskan sel telur disebut korpus luteum. Akibatnya, hormon progesteron terbentuk. Jika telur tidak juga dibuahi, korpus luteum akan hancur setelah 14 hari dan kadar progesteron turun.

Peristiwa ini menyebabkan disintegrasi lapisan rahim yang disebut sebagai menstruasi atau siklus bulanan. Jika pembuahan terjadi, korpus luteum tetap bertahan sehingga tidak terjadi peluruhan dinding rahim yang disebut sebagai menstruasi tersebut. Malah sebaliknya, rahim akan mempersiapkan implantasi bagi sang janin.

Tags: