Formula dan Fungsi Dasar Excel (Part 2)

Rate this post

Excel

Adalah salah satu kebutuhan para analisi finansial dan orang-orang yang bekerja di bidang statistika serta pengolahan data di seluruh dunia. Sebelumnya kita telah membahas mengenai formula dan fungsi dasar Excel part 1. Pada artikel bagian 1 tersebut, ada penjelasan mengenai perbedaan formula, fungsi, serta penggunaannya. Selain itu, kita juga telah membuat percobaan tentang fungsi =SUMyang bisa divariasikan sesuai dengan kebutuhannya.

Formula dan Fungsi dasar Excel

Setelah membahas mengenai fungsi penjumlahan tersebut, selanjutnya kita akan membahas mengenai formula dan fungsi dasar Excel lainnya. Simak penjelasannya sebagai berikut.

  1. AVERAGE

AVERAGE di Excel bekerja sesuai dengan namanya tersebut yaitu menemukan average alias rata-rata dari sekumpulan data angka. Syntax-nya mirip seperti syntax SUM:

AVERAGE(number1,[number2], …)

Sebelumya di pembahasan SUM, kita telah membuat contoh =SUM(D1:D6)/5dan telah melihat hasilnya kan? Hasilnya adalah menambahkan sel D1 hingga D6 lalu membaginya menjadi lima. Secara matematika dasar, ini adalah tahapan merata-rata. Namun, bayangkan jika Anda mengerjakan kumpulan data yang sangat banyak hingga Anda tidak tahu atau tidak punya cukup waktu untuk menghitung berapa banyak data yang ada, Anda bisa menggunakan fungsi Average ini.

Jadi, daripada repot-repot menggunakan =SUM(D1:D6)/5Anda lebih baik mengetikkan fungsi =AVERAGE(D1:D6).

  1. MAX & MIN

MAX dan MIN di Excel akan memberikan Anda nilai maksimum dan minimum dari suatu kumpulan data. Caranya cukup simpel:

=MAX(D1:D6)

=MIN(D1:D6)

  1. COUNT & COUNTA

Jika Anda penasaran berapa banyak sel yang mengandung numeric values (angka atau tanggal), tidak perlu membuang-buang waktu dengan menghitungnya satu per satu secara manual. Excel dapat dengan mudah memberitahu Anda dengan fungsi COUNT-nya.

READ  Cara Menambahkan Hyperlink di Excel

COUNT(value1, [value2], …)

Sementara fungsi COUNT hanya bisa menghitung berapa jumlah sel yang mengandung angka, fungsi COUNTA dapat menghitung seluruh sel yang tidak kosong, bisa itu mengandung angka, tanggal, waktu, teks, dan sejenisnya.

COUNTA (value1, [value2], …)

Contohnya, untuk menemukan berapa banyak sel di kolom A yang mengandung angka, maka gunakan =COUNT(A:A)

Untuk menghitung semua sel terisi di kolom A, gunakan =COUNTA(A:A)

Maksud dari (A:A) sendiri adalah “semua sel di kolom A”.

Lalu, bagaimana kalau kita hanya ingin mencari jumlah sel yang hanya berisi huruf saja? Caranya mudah, yaitu mengurangi COUNTA (yang merupakan hasil perhitungan sel total) dengan COUNT (yang merupakan hasil perhitungan sel angka saja). Caranya adalah tentu saja =COUNTA(D:D)-COUNT(D:D) seperti di bawah ini.

  1. IF

IF sangatlah penting di Excel dan merupakan fungsi yang cukup terkenal. Anda bisa menggunakan formula IF untuk bertanya kepada Excel agar mengetes suatu kondisi tertentu dan bahkan bisa mengembalikan nilai atau perhitungan sebelumnya jika memungkinkan. Jika tidak memungkinkan makan akan muncul nilai atau kalkulasi lain.

IF(logical_test, [value_if_true], [value_if_false])

Contohnya adalah di bawah ini. IF berikut menginstruksikan Excel untuk mengecek nilai dari D1 dan membuatnya tergolong “OK” jika jumlahnya lebih dari tiga dan “Not OK” jika jumlahnya kurang dari 3.

=IF(D1>=3, “OK”, “Not OK”)

Tags: