Mengenal Dioda dan Fungsi

Mengenal Dioda dan Fungsi
5 (100%) 1 vote

fungsi-dioda

Apa itu Dioda?

Materi dioda mungkin pernah kalian pelajaris sebelumnya. Atau bisa saja kalian sudah mempelajarinya namun lupa dioda seperti apa dan bagaimana cara kerja dioda. Materi dioda akan dipelajari pada pelajaran kimia, atau pada saat di perguruan tinggi khususnya jurusan Teknik kalian akan mempelajari dioda pada pelajaran kimia satu dan dua.

Bagi yang lupa atau belum tahu dioda itu apa. Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan berfungsi menyearahkan arus. Komponen ini terdiri dari penggabungan dua semikonduktor yang masing-masing diberi doping (penambahan material) yang berbeda, dan tambahan material konduktor untuk mengalirkan listrik.

Dioda adalah piranti elektronik yang hanya dapat melewatkan arus/tegangan dalam satu arah saja, dimana dioda merupakan jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Nama Dioda ini pertama kali diperkenalkan oleh William Henry Eccles pada tahun 1919. Istilah Dioda ini berasal dari kata “Di” yang artinya adalah “dua” dan kata “ode yang artinya adalah “jalur”.

Kata dioda berasal dari pendekatan kata yaitu dua elektroda yang mana (di berarti dua) mempunyai dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda. Bahan semikonduktor yang sering digunakan untuk membuat Dioda adalah bahan Silikon (Si) dan bahan Germanium (Ge).

Berikut adalah jenis-jenis dalam dioda :

1. Dioda Normal (Dioda PN Junction)

Jenis dioda ini adalah dioda yang sering digunakan yaitu sebagai penyearah atau pencatu data dengan frekuensi masukan sampai 1 kHz. Dan merupakan dioda yang paling ditemukan pada rangkaian elektronika. Dioda ini mempunyai rating arus dari 1 sampai ribuan ampere dan tegangan dari 50 V sampai 5 kV.

READ  Hukum Newton 1 2 3, Bunyi, Rumus, dan Contohnya

2. Dioda LED (Light Emitting Diode)

Dioda LED atau Light Emitting Diode merupakan jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju (Forward bias). LED ada yang berwarna merah, jingga, kuning, biru, hijau dan putih tergantung pada panjang gelombang (wavelength)  dan jenis senyawa semikonduktor yang digunakannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan aplikasi LED di lampu-lampu penerangan rumah maupun jalan raya, lampu indikator peralatan elektronik dan listrik, lampu dekorasi dan iklan serta backlight untuk TV LCD. LED banyak digunakan juga sebagai penerangan tambahan sebagai fungsi keindahan. Dan juga sudah mulai banyak digunakan.

3. Dioda Schottky (Schottky Diode)

Dioda Schottky dibangun dengan merekayasa pada sambungan PN sehingga sangat cocok untuk aplikasi-aplikasi catu daya DC dengan arus tinggi dan tegangan rendah. Rating tegangan dibatasi sampai 100 V dengan arus dari 1–300 A. Walaupun begitu, diode ini juga cocok digunakan untuk catu daya arus rendah untuk meningkatkan efisiensinya.

Berikut adalah beberapa fungsi dari Dioda, antara lain :

1) Untuk penyearah arus

2) Untuk penyetabil tegangan

Untuk menyetabil tegangan dapat menggunakan dioda Zener. Dioda Zener adalah jenis dioda yang dirancang khusus untuk dapat beroperasi di rangkaian reverse bias (bias balik).

3) Untuk Indikator

Dapat menggunakan LED, misalnya untuk indikator angka-angka pada kalkulator menggunakan LED yang disusun sesuai peraga sevent segment.

4) Sebagai saklar

Dapat menggunakan photo dioda sambungan P-N, misalnya digunakan sebagai saklar dari rangkaian yang menggerakan motor untuk menarik pintu garasi. Jika dioda kena sorot lampu mobil tahanannya baliknya turun sehingga terdapat arus yang menggerakkan motor melalui relay.

Cukup sekian uraian mengenai dioda kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua. Dan terimakasih sudah membacanya.

READ  Besaran, Satuan, dan Dimensi dalam Ilmu Pengukuran Fisika

Tags: