Hal-hal yang Harus Diperhatikan di dalam Daftar Pustaka dan Cara Membuat Daftar Pustaka

Hal-hal yang Harus Diperhatikan di dalam Daftar Pustaka dan Cara Membuat Daftar Pustaka
5 (100%) 1 vote

Pertama-tama, apakah kalian mengenal daftar pustaka? dan kalau tahu, apakah kalian tahu bagaimana cara membuat daftar pustaka itu? Daftar pustaka adalah suatu susunan tulisan di akhir sebuah karya ilmiah yang isinya berupa nama penulis, tahun penerbit, judul tulisan, kota penerbit, dan penerbit dan dapat sebagai sumber atau rujukan seorang penulis dalam berkarya.

Untuk beberapa individu mungkin ini terkesan mudah, namun siapa sangka untuk penulisannya sendiri masih terdapat kesalahan-kesalahan yang jarang diketahui orang. Karena pada dasarnya tidak semua orang memperhatikan dengan jeli isi daftar pustaka tersebut, apakah sudah benar atau ada yang terlewat.

Ketelitian semacam ini tentunya juga harus diperhatikan, karena jika tidak maka itu salah dalam segi peletakan sistematika penulisan daftar pustaka. Sedangkan daftar pustaka sendiri adalah bagian dari karya tulis ilmiah yang harus benar dalam segi penulisan maupun sistematika karena salah satu fungsi dari daftar pustaka sendiri yaitu sebagai rujukan.

Inilah cara membuat daftar pustaka yang baik dan benar :

  1. Nama

Untuk penulisan nama sendiri, di dalam daftar pustaka nama pengarang ditulis mulai dari nama belakang/keluarga dibalik dan kemudian diberi tanda koma(,) kecuali nama cina. Dan untuk pengurutan nama, nama yang abjadnya paling awal diletakkan dipaling atas atau di paling utama.

  1. Satu pengarang

Supriyono. 1998. Tata Cara Pengelolaan Keuangan. Jawa Timur: PT. Gramedia.

  1. Dua pengarang

Bambang, D.G., dan Saraswati Nuraini. 2000. Metode Statistika. Lampung: Karya Media Utama.

READ  Pengertian Daftar Pustaka dan Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penulisan Daftar Pustaka
  1. Tahun Penerbit

Setelah menuliskan nama penerbit, langkah selanjutnya adalah penulisan tahun penerbit. Jangan terkecoh pada angka awal tahun penerbit, bisa saja buku yang dipakai adalah buku cetakan pertama, kedua atau ketiga. Sehingga penulis salah meletakkan atau memposisikan tahun penerbit itu sendiri pada daftar pustaka.

  1. Judul Buku

Setelah itu, tanda penghubung antar sistematika adalah tanda(.) jadi, setelah menuliskan nama, kemudian titik(.) dan kemudian baru tahun penerbit, titik(.) baru judul buku, begitupun seterusnya. Dan jangan lupa, untuk penulisan judul ditulis secara lengkap dengan style tulisan miring(italic).

  1. Kota Penerbit

Selanjutnya dalam cara membuat daftar pustaka adalah penulisan kota penerbit, kota penerbit berasal darimana buku itu diterbitkan. Dan setelah kota penerbit selalu diikuti dengan tanda titik dua(:) dimana ini menjadi ciri khas, dan terkadang banyak dilupakan orang. Jangan sampai lupa atau bahkan terlewat.

  1. Penerbit

Nah, langkah terakhir setelah menuliskan kota penerbit dengan diikuti titik dua(:) adala penerbit. Penerbit adalah perusahaan atau industri yang berkonsentrasi memproduksi dan memperbanyak sebuah literatur dan informasi atau sebuah aktivitas membuat informasi yang dapat dinikmati publik.

Singkatnya adalah, penerbit adalah nama perusahaan atau industri tempat dimana buku itu diterbitkan. Misalkan saja Gramedia Widiasarana Indonesia(Grasindo) atau Gagas Media dan penerbit terkenal lainnya.

Itulah diantaranya hal-hal yang harus diperhatikan dalam cara membuat daftar pustaka.Sebetulnya ada sebutan khusus untuk mempermudah kita untuk mengingatnya yaitu NATAJUKOPENA. Istilah ini banyak digunakan karena penyebutannya yang mudah serta ringkas.

Sekian materi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk dan selamat mencoba membuat daftar pustaka sendiri.

Tags: