Jenis-jenis Kebijakan Fiskal dan Kegunaannya

Jenis-jenis Kebijakan Fiskal dan Kegunaannya
5 (100%) 1 vote

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal merupakan kebijakan dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengarahkan kondisi perekonomian ke arah yang lebih baik seperti yang diharapkan, dengan mengubah atau memperbaharui penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menentukan arah, tujuan, sasaran, dan prioritas pembangunan nasional serta pertumbuhan perekonomian bangsa.

Jenis Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal dibagi menjadi dua yaitu dari segi teori dan dari segi jumlah penerimaan dan pengeluaran.

1. Kebijakan Fiskal Berdasarkan Segi Teori

  • Kebijakan Fiskal Fungsional

Jenis kebijakan fiskal ini merupakan kebijakan untuk mempertimbangkan pengeluaran anggaran dan penambahan kesempatan kerja yang dilakukan oleh pemerintah sebagai akibat tidak langsung dari pendapatan nasional.

  • Kebijakan Fiskal yang Disengaja

Jenis kebijakan fiskal ini digunakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang sedang dihadapi, secara sengaja memanipulasi anggaran belanja, baik melalui perubahan pada sistem pemungutan perpajakan, perubahan pada pengeluaran pemerintah ataupun perubahan secara serentak pada pengelolaan pemerintah dan sistem pemungutan pajak.

  • Kebijakan Fiskal Tak Disengaja

Jenis kebijakan fiskal ini bertujuan untuk mengendalikan kecepatan siklus bisnis agar tidak terlalu fluktuatif. Dalam kondisi depresi, kebijakan ini diterapkan untuk menambah aktivitas kegiatan ekonomi yang sedang terjadi. Sementara dalam keadaan inflasi, kebijakan ini dibuat untuk mengurangi aktivitas tersebut. Kebijkan fiskal ini diterapkan dalam bidang pajak proporsional, pajak progresif, kebijakan harga minimum, dan asuransi pengangguran.

2. Kebijakan Fiskal Berdasarkan Jumlah Penerimaan dan Pengeluaran

  • Kebijakan Fiskal Seimbang
READ  Demokrasi Liberal, Pengertian, Ciri, Sistem Pemerintahan, Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Jenis kebijakan fiskal ini diciptakan untuk menyamakan jumlah antara penerimaan dengan pengeluaran. Kelebihan dari kebijakan fiskal seimbang ini adalah negara tidak perlu lagi meminjam dana dari pihak dalam negeri ataupun luar negeri. Namun kelemahannya akan berdampak pada kondisi perekonomian yang akan menjadi terpuruk jika keadaan perekonomian negara dalam kondisi tidak menguntungkan.

  • Kebijakan Fiskal Surplus

Kebijakan fiskal ini adalah kebijakan dimana jumlah pendapatan harus lebih tinggi sedikit daripada jumlah pengeluaran. Kebijakan fiskal ini adalah salah satu cara untuk menghindari inflasi.

  • Kebijakan Fiskal Defisit

Kebijakan ini adalah kebalikan dari kebijakan surplus yang berarti jumlah pendapatan harus lebih rendah dibandingkan dengan jumlah pengeluaran. Kelebihan dari kebijakan ini ialah untuk mengatasi kelesuan dan depresi pada pertumbuhan perekonomian. Adapun kekurangannya yaitu anggaran negara selalu dalam kondisi kekurangan.

  • Kebijakan Fiskal Dinamis

Kebijakan ini ditujukan untuk menyediakan pendapatan agar dapat memenuhi kebutuhan pemerintah yang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Kebijakan fiskal dinamis ini mirip dengan kebijakan fiskal seimbang namun dengan sedikit improvisasi di dalamnya yaitu besarnya jumlah pengeluaran dan pemasukan sama akan tetapi seiringnya waktu keduanya akan bertambah besar.

Sekian pembahasan tentang jenis kebijakan fiskal dan kegunaannya yang dapat ditempuh oleh pemerintah untuk mengatasi masalah perekonomian negara. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pemahaman kita terhadap kebijakan fiskal.

Tags: