Jenis-Jenis Majas Beserta Pengelompokkan Majas, Lengkap

Diposting pada
Jenis-Jenis Majas Beserta Pengelompokkan Majas, Lengkap
5 (100%) 5 votes

Pengertian Majas

Apakah kalian pernah mendengar apa itu majas, dan bagaimana bentuk struktur dari majas itu sendiri. Apa yang terlintas dibenak Anda ketika mendengar majas. Ya, majas adalah gaya bahasa yang digunakan dalam pengaplikasian sebuah kalimat agar kalimat tersebut terlihat menarik dan bermakna. Apakah kalian juga mengetahui jenis-jenis majas itu sendiri?

Sebelum kita mengarah ke jenis-jenis majas itu sendiri, alangkah lebih baiknya kita mengetahui apa arti dari majas itu sendiri. Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. (Wikipedia)

Pada umumnya, jenis-jenis majas terdapat empat macam, yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran dan majas penegasan. Langsung saja kita bahas satu-persatu, sebagai berikut :

  1. Majas Perbandingan

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, jenis-jenis majas diantaranya adalah majas perbandingan dimana majas yang digunakan untuk membandingkan atau menyandingkan suatu benda atau apapun. Didalam majas perbandingan dibagi lagi menjadi beberapa majas seperti :

Majas Personifikasi adalah adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah memiliki sifat manusia. Jadi pada majas ini, benda mati diperumpamaan bergerak seperti layaknya manusia. Berikut adalah contohnya :

  • Gelombang di Pantai itu seakan menari indah
  • Panas matahari mulai membakar kulit penonton
  • Suasa hangat api unggun seperti menyelimutiku dikala malam dingin
  • Angin malam hari ini seakan menusuk hingga masuk kejantung.
READ  Cara Menguasai Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

 

Majas Metafora adalah gaya bahasa yang berisi kiasan sebagai bahan perbandingannya terhadap suatu benda. Contohnya adalah wanita itu cantik sekali seperti kembang desa.

Majas Asosiasi disini adalah majas yang membandingkan antar dua objek benda namun dengan menggunakan imbuhan bak, bagaikan dan seperti. Misalnya, Anak dan Ibu itu benar-benar mirip bak pinang dibelah dua.

Jenis-jenis majas selanjutnya yaitu, majas hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, bahkan terkesan tidak masuk akal. Contoh: “Pria itu memiliki semangat yang keras seperti baja, kelak ia akan menjadi sukses”

  • Majas Eufemisme,

Majas eufemisme adalah gaya bahasa dimana kata-kata yang dianggap kurang baik diganti dengan padanan kata yang lebih halus.
Contoh: kata kencing diganti dengan buang air kecil.

  • Majas Metonimia,

Metonimia adalah sebuah majas yang menggunakan sepatah-dua patah kata yang merupakan merek, macam atau lainnya yang merupakan satu kesatuan dari sebuah kata. Misalnya, Kita akan jalan-jalan menggunakan kijang. Kijang sendiri merujuk kepada mobil.

  1. Majas Pertentangan

Sesuai dengan namanya sendiri, yaitu majas pertentangan. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan kiasan dimana kiasan tersebut bertentangan dengan artinya. Jenis-jenis majasnya adalah :

  • Majas Litotes

Majas Litotes, yaitu gaya bahasa yang berisi suatu ungkapan seperti merendahkan diri, meskipun pada kenyataan sebenarnya justru sebaliknya. Biasanya digunakan untuk merendahkan atau mengecilkan dengan tujuan merendahkan dirinya.Contohnya, “Silahkan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini.” Makna gubuk disini adalah sebutan untuk rumah.

  • Majas Paradoks,

Majas paradoks yaitu suatu gaya bahasa yang mengungkapkan bahwa situasi sebenarnya dengan situasi aslinya sangat berbeda atau bisa disebut kebalikannya.
Contoh: “Di tengah keramaian itu aku merasa kesepian.”

  1. Majas Sindiran

Majas sindiran adalah suatu gaya bahasa yang mengungkapkan suatu maksud atau pernyataan dengan menggunakan perkataan yang bersifat menyindir dan bertujuan untuk memperkuat makna atau kesan kalimat tersebut. Jenis-jenisnya adalah :

  1. Majas Ironi, yaitu gaya bahasa yang memakai kata kiasan dimana artinya berlawanan dengan fakta sebenarnya. Contoh: “Disini sangat dingin, sampai-sampai aku keringetan”.
  2. Majas Sinisme, yaitu gaya bahasa dimana seseorang memberikan sindiran secara langsung kepada orang lain. Contoh: “Kamarmu kotor sekali, seperti tidak pernah dibersihkan”
  3. Majas Sarkasme, yaitu gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir orang lain dengan konotasi yang kasar. Biasanya gaya bahasa ini diucapkan seseorang ketika ia sangat marah. Contoh: “Dasar tidak becus! Kalau tidak bisa kerja, kau hanya akan jadi sampah masyarakat!”
  4. Majas Penegasan

Majas penegasan adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan kepada pembaca/ pendengar. Jenis-jenisnya adalah :

  1. Majas Pleonasme, yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna sama, terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk menegaskan sesuatu. Contoh: “Ayo cepat naik ke atas, sebelum makanan mu menjadi dingin.”
  2. Majas Repetisi, yaitu gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu kalimat. Contoh: “Pria itu pencopetnya, dia pelakunya, dia yang mengambil dompet saya’”
  3. Majas Retorik, yaitu gaya bahasa dalam bentuk kalimat tanya tetapi sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya dipakai untuk penegasan sekaligus sindirian. Contoh: “Kalau kamu Sholat Jumat setiap hari apa mas?”
READ  Cara Penyelesaian Program Linear

Sekian pembahasan materi kali ini, semoga bermanfaat.