Jenis-jenis Mobilitas Sosial

Diposting pada
Rate this post

Mobilitas secara umum

Pada kehidupan sehari-hari, sebagian besar dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya mobilitas sosial. Mobilitas sosial tak lain adalah sebuah bentuk dinamika pada struktur sosial. Gerak serta perubahan yang ada pada struktur sosial adalah cermin bahwa terdapat mobilitas sosial. Secara umumnya, mobilitas sosial atau social mobility adalah perpindahan posisi status sosial seseorang maupun lebih pada sebuah struktur sosial di masyarakat.

Contoh sederhananya dari mobilitas sosial adalah saat seorang siswa setelah lulus dari SMA dan kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan formal yaitu kuliah di perguruan tinggi. Di sini siswa tersebut mengalami mobilitas sosial naik berdasarkan level pendidikan formalnya. Atau contoh lainnya, setelah lulus dari kuliah, orang tersebut bekerja dan kemudian diangkat menjadi seorang manajer.

Ada beberapa jenis dari mobilitas sosial. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mobilitas Vertikal

Jenis mobilitas sosial yang pertama adalah vertical, yakni perpindahan status sosial seseorang maupun lebih pada lapisan sosial yang berbeda. Mobilitas vertical mempunyai dua bentuk utama, yakni vertical ke atas atau sosial climbing dan vertical ke bawah atau social sinking.

Mobilitas sosial vertical ke atas sendiri adalah peningkatan status sosial seseorang maupun lebih menuju ke lapisan atas. Contohnya adalah karyawan yang diangkat menjadi manajer karena persyaratan yang telah terpenuhi. Sedangkan vertical ke bawah adalah penurunan status sosial seseorang maupun lebih dari lapisan atas menuju ke bawah. Contohnya adalah kebalikan dari vertical ke atas, seperti manajer yang kemudian diturunkan jabatannya menjadi karyawan karena tidak memeuhi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang manajer.

  1. Mobilitas Horizontal

Jenis mobilitas sosial yang kedua adalah horizontal. Jenis ini adalah perpindahan status sosial seseorang ataupun lebih pada lapisan sosial yang sama. Atau bisa juga diartikan berarti tidak terjadi perubahan derajat dari kedudukan orang tersebut pada mobilitas sosial yang tengah dialami olehnya. Contohnya adalah warga Negara asing yang kemudian menjadi warga Negara Indonesia. Adanya perubahan kewarganegaraan itu termasuk pada bentuk mobilitas sosial yang tidak mengubah status sosial orang tersebut.

READ  Perdagangan International, Pengertian, Teori, Bentuk, serta Dampak Positif dan Negatifnya

Terdapat dua bentuk utama dari mobilitas horizontal, yakni geografis dan antargenerasi. Bentuk geografis sendiri adalah perpindahan seseorang ataupun lebih dari sebuah daerah ke daerah yang lain. Contohnya adalah migrasi, transmigrasi ataupun urbanisasi.

Sementara itu, mobilitas antargenerasi adalah mobilitas sosial yang terjadi di dua generasi maupun lebih. Mobilitas sosialnya ditandai dengan terdapatnya perubahan taraf hidup pada sebuah generasi. Mobilitas antargenrasi ini sendiri masih dibedakan menjadi dua jenis, yakni intergenerasi dan juga intragenerasi.

Untuk intergenerasi adalah perubahan status sosial yang terjadi pada beberapa generasi. Contohnya adalah seorang petani lulusan SD yang mampu menyekolahkan anaknya sampai menjadi sarjana dan menjadi seorang pebisnis sukses. Sedangkan intragenerasi adalah perpindahan status sosial seseorang atau lebih pada satu generasi yang sama. Contohnya adalah orang yang memiliki bisnis warung makan kecil yang kemudian atas ketekunannya pada akhirnya bisa membangun sebuah restoran mewah dan sukses.