Kapasitor, Pengertian, Jenis, Simbol, dan Rangkaiannya

Rate this post

Pengertian Kapasitor

Kapasitor adalah suatu benda untuk menyimpan muatan listrik, yang terdiri dari dua pelat konduktor berdekatan namun tidak bersentuhan. Kapasitor dapat menyimpan tenaga listrik serta menyalurkannya kembali. Kegunaan kapasitor ini ada pada lampu flash pada kamera, dan juga banyak dipakai pada papan sirkuit elektrik yang ada di komputer ataupun berbagai peralatan elektronik lainnya.

Kapasitor [C] terdiri dari dua keping sejajar yang memiliki luasan [A] dan dipisahkan oleh jarak yang sempit [d]. Biasanya kedua keping tersebut digulung menjadi silinder dengan menggunakan sebuah insulator atau kertas sebagai pemisah kedua keping.

Jenis Kapasitor

Terdapat 3 jenis kapasitor yang sering digunakan dalam rangkaian listrik.

  1. Kapasitor kertas, yang berfungsi sebagai penyekat dan berada di antara kedua pelat logam.

  2. Kapasitor variabel, yang dipakai pada rangkaian penala pesawat radio.

  3. Kapasitor elektrolit atau elco dengan kapasitansi paling tinggi  mencapai 100.000 pF.

Notasi Simbol Kapasitor

Berikut gambar 3 tipe kapasitor, gambar dibagian kiri adalah kapasitor keping sejajar, gambar di tengah adalah kapasitor silindris, dan gambar di bagian kanan adalah contoh asli kapasitor yang digunakan pada peralatan elektronik.

Sumber:studiobelajar

Meskipun mempunyai fungsi yang hampir sama, kapasitor dan baterai nyatanya berbeda. Kapasitor hanya berfungsi menyimpan muatan listrik untuk sementara, sedangkan baterai adalah salah satu sumber tegangan listrik. Oleh karena itu, baterai mempunyai notasi simbol yang berbeda dengan kapasitor.

READ  Cara Menggunakan Jangka Sorong dengan Mudah yang Benar

Notasi Simbol Baterai

Berikut gambar contoh penggunaan simbol kapasitor dan baterai.

Untuk keping sejajar, persamaan kapasitansi dapat dinotasikan dengan:

C = Q / V

Dengan: C = kapasitansi (F = farad) (1 F = 1 Coulomb/Volt)

Q = muatan listrik (Coulomb)

V = beda potensial (Volt)

Nilai kapasitansi tidak selalu bergantung pada nilai Q dan V, karena besar nilai kapasitansi juga bergantung pada ukuran, bentuk dan posisi kedua keping serta jenis material pemisahnya (insulator). Nilai usaha bisa negatif atau positif bergantung pada arah gaya terhadap perpindahannya.

Untuk jenis keping sejajar yang memiliki luasan [A] dan dipisahkan dengan jarak [d], didapatkan rumus:

C = A/d

Dengan: A = luasan penampang keping (m2)

d = jarak antar keping (m)

 = permitivitas bahan penyekat (C2/Nm2)

Jika antara kedua keping hanya dipisahkan oleh udara atau tidak terdapat bahan penyekat atau vakum, maka nilai permitivitas yang digunakan adalah  = 8 x 10-12 C.

Muatan sebelum disisipkan bahan penyekat (Q) sama dengan muatan setelah disisipkan bahan penyekat (Qb), muatannya bersifat kekal. Berikut ini rumus beda potensialnya:

Q = Qb

CV = CbVb

Kapasitor menyimpan energi [W] dalam bentuk medan listrik, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

W = ½ Q2/C = ½ QV = ½ CV2

Dengan: W = jumlah energi yang tersimpan dalam kapasitor (Joule)

Rangkaian Kapasitor

Kapasitor dapat disusun secara seri maupun paralel jika ada dua atau lebih kapasitor dalam satu rangkaian listrik, meskipun sifat-sifat rangkaian seri berbeda dengan rangkaian paralel.

Berikut tabel sifat-sifat rangkaian seri dan paralel.