Kimia: Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit

Kimia: Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit
5 (100%) 2 votes

Elektrolit dan Non-Elektrolit

Elektrolit adalah suatu senyawa kimia yang terpecah menjadi ion-ion ketika dilarutkan ke dalam air. Sebaliknya, non-elektrolit berarti senyawaan yang tidak terpecah menjadi ion jika dilarutkan. Pada elektrolit, ion-ion bermuatan positif disebut sebagai kation, sementara itu yang negatif disebut sebagai anion. Dalam hal derajat keelektrolitan, senyawaan dibagi menjadi tiga yaitu elektronik kuat, elektronik lemah,dan non-elektronik.

Sementara itu, larutan elektrolit adalah larutan yang di dalamnya terdapat hasil ionisasi senyawa elektrolit atau mengandung kation dan anion. Juga sebaliknya, larutan non-elektrolit berarti larutan yang di dalamnya tidak terdapat ion-ion yang telah terpecah.

Elektrolit kuat

Elektrolit kuat adalah senyawaan yang terionisasi sepenuhnya di air. Maksudnya adalah seratus persen bagian dari senyawa tersebut terpecah menjadi kation dan anion. Akan tetapi, pengertian ini tidak berarti senyawa tersebut secara sempurna terlarut di air.

Contohnya adalah beberapa senyawa hanya sedikit terlarut di dalam air, namun senyawaan tersebut merupakan elektrolit kuat. Ini berarti tidak semua senyawa terlarut, namun semua yang terlarut terpecah menjadi ion-ion.

Misalkan saja basa kuat Strontium hidroksida (Sr(OH)2). Basa ini mempunyai tingkat kelarutan yang sangat rendah di air namun terpecah secara sempurna menjadi ion Sr2+ dan OH. Namun, ada yang berbeda antara Strontium hidroksida dan garam dapur atau Natrium Hidroksida (NaOH). NaOH yang dilarutkan dalam air membuat air tersebut menjadi larutan elektrolit yang hanya mengandung ion Na+dan OH. Pada Sr(OH)2 yang dilarutkan tidak hanya ion Sr2+ dan OH, masih ada juga sisa Sr(OH)2 dan air.

READ  Sistem Periodik Unsur : Pengetian, Golongan, dan Sifatnya Lengkap

Larutan elektrolit kuat ini terdiri dari larutan-larutan yang terlarut di dalamnya basa kuat, asam kuat, serta garam.

Elektrolit lemah

Elektrolit lemah hanya sebagiannya terionisasi di air. Pada peristiwa elektrolit lemah ini, ada yang disebut sebagai derajat disosiasi dengan rentang antara 0-100% yang menunjukkan seberapa banyak bagian elektrolit lemah yang terpecah menjadi ion.

Contohnya adalah asam lemah dan basa lemah. Sebagian besar senyawa yang mengandung Nitrogen (N) merupakan elektrolit lemah. Lalu bagaimana dengan air, apakah air merupakan elektrolit? Ya, beberapa sumber menyatakan bahwa air yang biasanya digunakan untuk melarutkan dan menunjukkan keelektrolitan senyawaan lain sebetulnya juga merupakan elektrolit lemah. Itu karena air bisa terdisosiasi menjadi ion H+ dan OH. Akan tetapi, sebagian sumber-sumber lain menyatakan bahwa air merupakan non-elektrolit karena kecil sekali bagiannya yang terdisosiasi menjadi ion. Namun, jika yang terdisosiasi itu masih berada pada rentang 0-100%, bukankah air sudah bisa disebut sebagai elektrolit lemah?

Non-elektrolit

Ketika suatu substansi sama sekali tidak terionisasi ketika dilarutkan di air, ini yang disebut sebagai non-elektrolit. Contohnya adalah sebagian besar senyawaan karbon merupakan nonelektrolit, bisa itu lemah, gula, alkohol, metana, dan lain sebagainya.

Tags: