Konfigurasi Eletron, Pengertian, dan Macam-macamnya

Diposting pada
Konfigurasi Eletron, Pengertian, dan Macam-macamnya
5 (100%) 2 votes

Pengertian Elektron dan Konfigurasi Elektron

Elektron adalah suatu partikel sub-atom yang bermuatan negatif yang biasanya ditulis dengan e. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun substruktur. Elektron memiliki massa sekitar 1/1836 massa proton. Sedangkan konfigurasi elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah atom dan molekul.

Macam-macam Konfigurasi Elektron

  1. Kulit dan Sub Kulit dalam Konfigurasi Elektron

Dalam satu kulit elektron berisi subkulit yang mempunyai bilangan kuantum yang sama yaitu n. Satu atom dengan kulit ke-n dapat berisi 2n2 elektron.

Subkulit adalah tempat yang ada di dalam kulit dan berisi bilangan azimuth (l) yang bernilai 0, 1, 2, atau 3 sesuai labelnya masing-masing yaitu s, p, d, dan f. Untuk menentukan jumlah maksimum elektron yang bisa ditempatkan dalam satu subkulit, menggunakan rumus: 2 (2l + 1). Pada subkulit s maksimum 2 elektron. Pada subkulit p maksimum 6 elektron. Pada subkulit d maksimum 10 elektron. Dan, pada subkulit f maksimum 14 elektron.

  1. Notasi Konfigurasi Elektron

Notasi untuk atom terdiri dari urutan orbital atom. Contohnya: untuk fosfor, urutan atomnya adalah 1s, 2s, 3s, 3p.

  1. Energi dalam Konfigurasi Elektron

Energi juga berkaitan dengan jumlah elektron dalam orbital. Energi dalam sebuah konfigurasi sering mendekati jumlah energi yang ada pada setiap elektron dengan mengabaikan interaksi antar elektron. Konfigurasi yang memiliki nilai terendah dikatakan dengan keadaan dasar atau ground state, sedangkan konfigurasi yang lainnya disebut dikatakan dengan keadaan tereksitasi atau excited state.

  1. Prinsip Aufbau dan Aturan Madelung dalam Konfigurasi Elektron

Orbital yang diisi adalah untuk meningkatkan nilai n+l, dimana kedua orbital memiliki nilai n+l yang sama.

READ  Hukum Kekekalan Energi, Pengertian, Rumus, dan Penerapannya

Urutan orbital pada konfigurasi elektron, seperti berikut ini.

1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p, (8s, 5g, 6f, 7d, 8p, dan 9s.

  1. Penyimpangan Konfigurasi Elektron

  • Penyimpangan konfigurasi elektron yang terjadi pada orbital d:

Penyimpangan pada orbital subkulit d terjadi karena orbital yang setengah penuh (d5) atau penuh (d10) bersifat stabil.

Unsur Konfigurasi Elektron
Teoritis Kenyataan Eksperimen
24Cr [Ar] 4s2 3d4 [Ar] 4s1 3d5
29Cu [Ar] 4s2 3d9 [Ar] 4s1 3d10
42Mo [Kr] 5s2 4d4 [Kr] 5s1 4d5
47Ag [Kr] 5s2 4d9 [Kr] 5s1 4d10
  • Penyimpangan konfigurasi elektron yang terjadi pada orbital f:

Sebagaimana konfigurasi yang terjadi dalam orbital d, maka konfigurasi elektron yang berakhir pada orbital f juga akan mengalami penyimpangan.

Unsur Konfigurasi Elektron
Teoritis Kenyataan Eksperimen
57La [Xe] 6s2 4f1 [Xe] 5d1 6s2
64Gd [Xe] 6s2 4f8 [Xe] 4f7 5d1 6s2
89Ac [Rn] 7s2 5f1 [Rn] 6d1 7s2
90Th [Rn] 7s2 5f2 [Rn] 6d2 7s2
92U [Rn] 7s2 5f4 [Rn] 5f3 6d1 7s2
93Np [Rn] 7s2 5f5 [Rn] 5f4 6d1 7s2