Kronologi Aksi Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka

Kronologi Aksi Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka
5 (100%) 1 vote
Sumber: faktualnews.co

Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas latar belakang pemberontakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pada artikel ini, akan dibahas secara kronologis aksi pemberontakan oleh OPM.

Kronologi aksi pemberontakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dimulai saat Nicolaas Jouwe dan dua komandan OPM yang bernama Jacob Hendrik Priai dan Seth Roemkorem merencanakan deklarasi kemerdekaan Papua pada tahun 1971. Kemudian, pada tanggal 1 Juli 1971, mereka akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan Republik Papua Barat.

Setelah mendeklarasikan

Mereka segera merencanakan rancangan konstitusinya. Pencarian dukungan dalam aksi pemberontakan sudah dilakukan sejak tahun 1976. Kala itu, OPM meminta bantuan kepada perusahaan pertambangan Freeport Indonesia dengan cara mengirim surat ancaman.

Surat ancaman tersebut ternyata benar adanya, dari tanggal 23 Juli 1977 sampai dengan 7 Sempermber 1977 dibuktikan dengan pengiriman milisi atau pasukan liar OPM dengan memotong jalur pipa dan bahan bakar, membakar gudang, memutus kabel telepon dan listrik, bahkan sampai meledakkan bom.

Selanjutnya, pada tahun 1982, didirikan Dewan Revolusi OPM (OPMRC) di bawah kepemimpinan Moses Werror. Melalui kampanye diplomasi oleh OPMRC, mereka berusaha meraih kemerdekaan. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mendapat pengakuan dari beberapa pihak, misalnya forum-forum internasional PBB, ASEAN, Gerakan Non-Blok, dan Forum Pasifik Selatan.

Pada tahun 1984, OPM menyerang Jayapura. Pemerintah Indonesia yang mengetahui hal tersebut segera meredam pemberontakan. Pemberontakan akhirnnya gagal dan membuat orang Papua melakukan pengungsian ke kamp-kamp di Papua Nugini dibantu oleh OPM.

Lalu, pada tanggal 14 Februari 1986, terdengar kabar bahwa OPM aktif kembali. Selain itu, beberapa karyawan Freeport juga diketahui merupakan anggota dari OPM.

READ  Dampak Pendudukan Jepang Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bangsa Indonesia

Tanggal 18 Februari 1986, terdapat surat yang memperingatkan bahwa pada hari Rabu 19 Februari akan turun hujan di Tembagapura. Surat ini ditandatangani oleh seseorang yang menyamarkan namanya menjadi ‘Jenderal Pemberontak’. Pada malam harinya, sekitar pukul 22:00, datanglah sejumlah orang yang tidak dikenal. Mereka memotong jalur pipa slurry dan bahan bakar dengan gergaji hingga banyak slurry, emas, perak, bijih tembaga, dan bahan bakar diesel jadi terbuang.

Tidak sampai disitu pada 14 April 1986, mereka kembali datang dan merusak pipa. Hingga akhirnya Freeport tidak tinggal diam dan meminta bantuan kepada pihak yang berwajib, yakni polisi dan militer.

Pada tahun 1998, di bulan Juni, sebuah bendera milik Organisasi Papua Merdeka dikibarkan di menara air kota Biak di Pulau Biak. Tentu saja membuat pemerintah Indonesia turun tangan dengan mengirimkan pasukan militer dan membubarkan mereka.

Tahun 2011, lagi-lagi anggota OPM berulah dengan menembak mati seorang kepala polisi Mulia yang bernama Dominggus Oktavianus Awes di Bandara Mulia, Puncak Jaya.

Hingga tahun-tahun berikutnya juga sama, anggota OPM berusaha memberontak dengan cara menyerang warga sipil atau militer, bahkan pernah usak pesawat sipil Trigana Air sesaat setelah mendarat di Bandara Mulia, Puncak Jaya.

Itulah usaha-usaha yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk mencapai tujuannya memerdekakan Papua.

Tags: