momen-inersia

Momen Inersia pengertian, contoh dan rumus lengkapnya

Diposting pada
Momen Inersia pengertian, contoh dan rumus lengkapnya
5 (100%) 1 vote

momen-inersia

Pengertian Materi Momen Inersia

Momen inersia (Satuan SI : kg m2) yaitu ukuran kelembaman sebuah benda untuk berotasi terhadap porosnya. Besaran ini adalah analog rotasi daripada massa. Momen inersia sangat berberperan dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar, dan menentukan hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut, momen gaya dan percepatan sudut, dan beberapa besaran lain. (Wikipedia)

Penjabaran diatas adalah pengertian dari momen inersia. Karena, pada materi ini kita akan mengulas mengenai materi fisika yang mungkin salah satu diantara kalian sudah pernah mendapatkan pelajaran ini sebelumnya. Momen inersia adalah salah satu bahasan dalam bab gerak rotasi dan kesetimbangan benda tegar. Masih ingatkah Anda, mengenai momen inersia? Mari langsung saja kita bahas bersama.

Inersia berarti lembam atau mempertahankan diri. Sehingga benda akan terus berada pada porosnya baik benda tersebut dalam keadaan diam ataupun bergerak. Suatu benda dalam momen inersia dikatakan sulit bergerak itu berarti inersianya juga besar. Momen inersia ialah besaran yang nilainya tetap pada suatu gerak rotasi.

dijelaskan dalam hukum Newton I bahwa benda yang bergerak akan tetap bergerak dan benda diam akan tetap diam. karena itu momen inersia sering disebut juga hukum newton I atau hukum kelembaman. Dan juga momen inersia suatu benda sangat bergantung pada masa benda dan jarak benda pada sumbu rotasinya.

Momen inersia dikatakan berbanding lurus dengan massa partikel dan kuadrat jarak partikel terhadap sumbu rotasinya jika benda berupa partikel atau titik bermassa m berotasi mengelilingi sumbu putar yang berjarak r, didefinisikan sebagai hasil kali massa dengan kuadrat jari-jarinya. rumus momen inersia pada titik partikel yaitu:

READ  Pengertian, Ordo dan Transpose Matriks

I = m x R²

Keterangan :

I = Momen Inersia (kg.m²). m = massa partikel (kg). R = jari jari rotasi (m)

Apabila ada banyak partikel dengan massanya masing-masing m1, m2, dan m3, serta memiliki jarak masing-masing r1, r2, dan r3 terhadap poros (sumbu rotasi), Jumlah semua momen inersia partikel tersebut adalah penjumlahan momen inersia setiap partikelnya. Secara matematis, dituliskan sebagai berikut.

I = ΣmR2

I = m1R12 +m2R22 + m3R32 +…+mnRn2

Sesuai dengan penjelasan materi yang diatas, rumus momen inersia bisa berubah sesuai jenis benda dan arah poros benda tersebut. Berikut adalah beberapa rumus dengan bentuk benda dan arah poros yang berbeda :

  • Batang silinder, Poros melalui pusat I = 1 12 m L 2 = I = 1/12 mL2
  • Batang silinder, Poros melalui ujung         = I = 1/3 mL2
  • Batang silinder, Poros melalui ujung            = I = ImR2
  • Silinder pejal, Melalui sumbu                       = I =  ½ mR2
  • Silinder pejal, Melintang sumbu                   = I = ¼ mR2 + 1/12 mL2
  • Bolapejal, Melalui diameter                         = I =  2/5 mR2
  • Bola pejal, Melalui salah satu garis singgung = I = 7/5 mR2
  • Bola berongga, Melalui diameter                   = 2/3 mR2

Nah, itulah beberapa rumus momen inersia yang bisa kalian pelajari. Fungsi dari momen inersia dikehidupan sehari-hari adalah diantaranya yaitu :

  1. Terdapat sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan penuh kemudian mengerem dengan cara tiba tiba. Mobil tersebut memiliki kecenderungan untuk mempertahankan gerakannya.
  2. Kemudian terdapat contoh inersia lain yaitu kecenderungan pada benda diam. Anda dapat menaruh sebuah penghapus diatas kertas. Setelah itu tarik kertas tadi dengan cepat. Lalu akan kita peroleh penghapus yang tetap tertinggal ditempatnya semula.

Berdasarkan contoh tersebut jelas kita lihat bahwa sifat alami dari benda diam ialah cenderung mempertahankan keadaan diamnya. Cukup sekian materi hari ini, semoga bermanfaat dan silahkan share keteman-teman Anda.