Mengapa Organisasi Papua Merdeka Dibentuk?

Mengapa Organisasi Papua Merdeka Dibentuk?
5 (100%) 2 votes
Sumber: Wikipedia

Organisasi Papua Merdeka

Gerakan separatis ternyata juga pernah dilakukan oleh orang-orang di wilayah Papua. Gerakan itu dipelopori oleh sebuah organisasi yang bernama Organisasi Papua Merdeka atau bisa disingkat menjadi OPM. Tujuan mereka tidak lain adalah untuk memisahkan diri dari wilayah Indonesia.

Latar Belakang

Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Free Papua Movement ini berdiri pada bulan Desember 1961, dilatar belakangi oleh pemikiran elit-elit lokal yang ingin memerdekakan rakyat Papua dari tangan penjajah.

Awalnya, Papua yang pada zaman kolonial bernama Nugini Belanda ini dikuasahi oleh Belanda. Selama Perang Dunia, Papua Nugini dan Nugini Belanda ini bersatu menjadi sekutu bagi pasukan Amerika Serikat yang menolak penjajahan Jepang.

Setelah perang berakhir, Belanda menciptakan sistem pendidikan yang akhirnya melahirkan para elit lokal yang berpendidikan. Sama seperti rakyat Indonesia yang berpendidikan lainnya, para elit lokal ini menginginkan kemerdekaan bagi rakyatnya.

Belanda tentu memiliki alasan mengapa mengadakan sistem pendidikan di wilayah Papua. Salah satu alasannya adalah karena Belanda ingin menjadikan Papua sebagai daerah penampuan orang keturanan Indo-Belanda yang tidak ingin pindah ke Belanda.

Soekarno dan Muhammad Yamin ingin sekali menjadikan Papua sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Bung Hatta pernah menentang ide itu, tetapi pendapatnya tidak digubris karena dalam rapat BPUPKI pendpatnya hanyalah pendapat minoritas.

Alasan Bung Hatta menolak ide itu karena secara sosial, rakyat Papua sendiri tidak pernah terlibat langsung dalam urusan nasionalisme Indonesia. Sehingga ia berpendapat bahwa Papua adalah bangsa sendiri.

Sedangkan alasan Soekarno dan Muhammad Yamin mengusulkan itu karena Papua sendiri merupakan wilayah bekas wilayah negara Hindia Belanda.

READ  6 Negara yang Pernah Menjajah Indonesia

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, wilayah Papua sebenarnya masih belum menjadi bagian dari Indonesia karena Belanda belum mengakuinya.

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam, mereka berusaha menyelesaikan masalah tersebut dengan penyelesaian bilateral dengan Belanda. Namun usaha tersebut gagal. Indonesia kemudian membawa persoalan Irian Barat tersebut ke forum PBB pada tahun 1954, 1955, 1957, dan 1960. Namun, usaha itu tetap saja gagal.

Pada tahun 1961, akhirnya Soekarno membentuk Trikora, Tri Komando Rakyat, untuk menggagalkan pembentukan ‘negara bonekka Papua’ dengan ditandai dikibarkannya bendera merah putih di wilayah Irian Barat.

Konflik militer antara pihak Indonesia dan Belanda akhirnya pecah. Bahkan Belanda membentuk suatu pasukan sukarelawan lokal yang diberi nama Papua Valunteer Corps (PVC) untuk melawan pasukan militer Indonesia.

Pertikaian ini sampai ketelinga orang luar negeri. Penasihan Keamanan Nasioanl McGeorge Bundy melakukan pendekatan secara tidak resmi terhadap A. S. John F. Kennedy untuk menegosiaasikan pemindahan pemerintahan Nugini Barat ke Indonesia.

Perjanjian yang dihasilkan akhirnya ditanda tangani oleh Indonesia, Belanda, dan PBB pada bulan Agustus 1962. Perjanjian tersebut menetapkan Indonesia akan mengurus Papua secara administratif apabila pendapat sebagian rakyat Papua menginginkannya.

Akhirnya, pada tahun 1969, dilaksanakan Perpera (Penentuan Pendapat Rakyat), dari sinilah awal terjadinya pemberontakan dimulai, karena bagi orang-orang Papua, Perpera hanya dihadiri oleh sekitar 1025 orang yang menurut mereka hanyalah orang-orang pilihan dari pemerintah pusat (Indonesia) yang kemungkinan telah diintimidasi.

Tags: