Minyak Bumi, Pengertian, Proses Pembetukan, Komposisi, dan Proses Pengolahannya

Diposting pada
Rate this post

Pengertian Minyak Bumi

Minyak bumi adalah hasil tambang yang digunakan sebagai sumber energi dan bahan bakar untuk elpiji, bensin, solar, dan koresi, termasuk juga material seperti lilin parafin dan aspal, serta berbagai reagen kimian yang digunakan untuk pembuatan plastik, karet sintesis, dan deterjen. Minyak bumi berbentuk cairan kental dengan warna yang agak kecoklatan dan mudah terbakar.

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Minyak bumi terbentuk dari pelapukan sisa-sisa tumbuhan, hewan, dan jasad-jasad renik yang tertimbun selama jutaan tahun di dasar lautan bersama lumpur yang kemudian berubah menjadi batuan sedimen dan sisa-sisa organisme tersebut mengalami penguraian menjadi minyak dan gas dalam suhu tinggi.

Tempat-tempat yang biasanya ditemukan minyak bumi, diantaranya di danau, laut, dan rawa di wilayah daratan.

Perubahan material organik akan membentuk campuran hidrokarbon dengan komposisi yang kompleks berupa wujud cair dan gas. Suhu pada kedalaman rata-rata kurang lebih 20 hingga 55 oC, dan untuk membentuk habitat minyak dibutuhkan suhu 65 hingga 150 oC di kedalaman 1,5 sampai 3 km.

Komposisi Minyak Bumi

Minyak bumi adalah campuran kompleks dari sekitar 90 hingga 97% senyawa hidrokarbon. Umumnya, hidrokarbon yang terdapat dalam minyak bumi adalah alkana, sedangkan sisanya adalah sikloalkana, alkena, alkuna, dan senyawa aromatik, serta komponen hidrokarbon yang lebih kecil seperti oksigen, belerang, dan nitrogen.

Proses Pengolahan Minyak Bumi

Minyak bumi didapatkan melalui proses pengeboran. Saat ditemukan, minyak bumi bercampur dengan gas alam, lalu dipisahkan menjadi cairan hitam dan berbau yang disebut dengan minyak mentah (crude oil). Karena minyak mentah belum bisa dimanfaakan secara langsung, maka dilakukan pemurnian (refining) terlebih dahulu dengan menggunakan distalasi bertingkat. Distalasi adalah pemisahan komponen-komponen campuran berdasarkan perbedaan titik didih yang kemudian didapatkan kelompok-kelompok komponen dalam rentang titik didih tertentu yang disebut dengan fraksi-fraksi.

READ  Pengertiam; Cuaca, Iklim dan Unsur – Unsurnya

Fraksi Minyak Bumi dan Kegunaannya

Fraksi Minyak Bumi Jumlah Atom C Titik Didih (oC) Kegunaan Minyak Bumi
Gas C1 – C4 <20 Bahan bakar gas elpiji dan bahan baku senyawa organic
Eter petroleum C5 – C7 30 – 90 Pelarut dan cairan pembersih
Bensin (gasolin) C5 – C10 40 – 180 Bahan bakar kendaraan bermotor
Nafta C6 – C10 70 – 180 Bahan baku sintensis senyawa organic
Kerosin C11 – C14 180 – 250 Bahan bakar jet dan bahan bakar kompor parafin
Minyak solar dan diesel C15 – C17 250 – 300 Bahan bakar kendaraan bermesin diesel dan bahan bakar tungku di industri
Minyak pemulas C18 – C20 300 – 350 Oil dan pelumas
Lilin C20+ >350 Petroleum jelly dan lilin paraffin untuk membuat lilin, kertas berlapis lilin, lilin batik, dan bahan pengkilan seperti semir
Minyak bakar C20+ >350 Bahan bakar kapal, pemanas industri (boiler plant), dan pembangkit listrik
Bitumen C40+ >350 Material aspal jalan dan atap bangunan

Itulah pembahasan mengenai minyak bumi, pengertian, proses pembentukan, komposisi, serta proses pengolahannya. Semoga bermanfaat.