Pemanasan Global: Ancaman Untuk Manusia

Diposting pada
Rate this post

Definisi

Beberapa bulan yang lalu dunia internasional sempat digegerkan dengan penemuan beberapa mayat pendaki yang membeku di Pegunungan Himalaya. Mayat- mayat tersebut, yang diperkirakan berjumlah lebih dari sepuluh orang, mulai timbul ke permukaan setelah lapisan es dan gletser di wilayah tersebut menipis akibat pemanasan global. Pemanasan global yang terjadi ini juga ditandai dengan makin menghangatnya suhu es di sekitar puncak Everest.  Well, apa sih pemanasan global itu?

Merujuk dari definisi yang diberikan oleh WWF ( World Wide Fund for Nature) pemanasan global diartikan sebagai peristiwa peningkatan sejumlah gas rumah kaca di atmosfer bumi. Hampir senada dengan definisi diatas, NASA berpendapat bahwa pemasanan global atau global warming merupakan fenomena meningkatnya rata- rata suhu di permukaan bumi yang diakibatkan oleh gas rumah kaca.

Sejarah Pemanasan Global

Pada dasarnya, pemanasan global bukannya topik perbincangan yang baru. Ia adalah pembicaraan yang terus- menerus bergulir sejak Revolusi industri di Inggris pada akhir abad ke- 18. Revolusi industri sendiri merupakan masa dimana pola produksi yang pada awalnya menggunakan tenaga pekerja manusia secara massif kemudian diganti menggunakan tenaga mesin. Hal tersebut dilakukan demi tercapainya target dan keuntungan yang lebih besar dan lebih efisien. Guna menggerakan tenaga mesin tersebut, digunakan bahan bakar fossil berupa minyak bumi dan batu bara yang mengandung emisi gas buang yang menimbulkan polusi yaitu gas rumah kaca.

Gas rumah kaca ini terdiri dari beberapa komponen seperti uap air, Karbondioksida, Methana, Nitrus Oxide, HFC, dan CFC ( Cloro Fluoro Carbon). Efek dari tingginya kadar gas rumah kaca atau yang biasa dikenal dengan Green House Effect ini adalah panas matahari terperangkap di atmosfer bumi sehingga menyebabkan suhu bumi meningkat. Menurut NASA, peningkatan suhu ini terus mengalami pertambahan berkisar 0,90 derajat Celcius dari tahun ke tahun. Peningkatan ini, selain merupakan sebuah siklus alam juga diakibatkan oleh aktivitas yang dilakukan manusia. Apa saja?

  1. Deforestasi Hutan Secara Besar- Besaran

Hutan memainkan peran utama sebagai pengendali cuaca dan iklim. Sehingga, kelestarian hutan berpengaruh terhadap pemanasan global.  Ini tentu saja membuat negara- negara dengan hutan tropis yang besar harus turut berperan aktif. Diantara beberapa negara yang memiliki wilayah hutan tropis yang luas adalah Indonesia, Brazil, Malaysia, Bangladesh, Kolombia, dan negara lain yang tepat berada di iklim tropis.

READ  Apa itu aerobik air?

Di Indonesia sendiri, luas hutan tropis yang ada mencapai 109 juta pada tahun 2003. Luas tersebut berkurang setiap tahun sekitar 684.000 hektar. Sebagian besar diantaranya diakibatkan oleh kebakaran hutan dan penebangan liar.

  1. Industrialisasi dan Pertambahan Kendaraan Bermotor

Bukan hal yang asing lagi bahwa dalam proses industri akan banyak menghasilkan polutan, baik itu yang mencemari tanah, air, suara, ataupun udara. Salah satu dari zat polutan tersebut adalah gas karbondioksida atau CO2. Selain dari skala massif seperti industri, gas CO2 ini juga dihasilkan dari asap kendaraan bermotor yang sering digunakan sehari- hari. Bisa dibayangkan bukan betapa tercemarnya atmosfer bumi saat ini?

  1. Penggunaan Kulkas dan Pendingin Ruangan

Kulkas dan pendingin ruangan atau air conditioner agaknya bukanlah barang yang langka saat ini. Anda dapat menjumpainya dimana saja, dari mulai ruangan perkantoran hingga di kamar indekos. Namun, tahukah anda bahwa ternyata kulkas dan AC ini memiliki andil dalam rusaknya lapisan ozon? Ya, hal ini karena dua peralatan elektronik tersebut menggunakan gas freon atau CFC yang jadi salah satu gas penyumbang dalam pemanasan global.