Pengertian : Bagian dan Jenis-Jenis Jangka Sorong

Pengertian : Bagian dan Jenis-Jenis Jangka Sorong
5 (100%) 11 votes

Pengertian Jangka Sorong 

Banyak orang yang akan mempelajari jangka sorong ketika SMP atau SMA terutama pada kelas Fisika. Jangka sorong merupakan alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter suatu benda dengan ketelitian mencapai seperseratus milimeter. Jangka sorong ini sudah banyak digunakan diberbagai bidang ilmu, yang memungkinkan membutuhkan jangka sorong. Industri juga mulai merambah ke penggunaan jangka sorong.

Bagian-Bagian Jangka Sorong 

Jangka sorong terdiri dari 8 bagian, berikut adalah bagian-bagian jangka sorong berikut fungsinya dalam proses pengukuran.

  1. Rahang dalam

Rahang dalam jangka sorong memiliki dua bagian utama yaitu rahang tetap dan rahang geser sehingga dapat digeser-geser. Fungsi bagian ini adalah untuk mengukur diameter luar atau sisi luar dari sebuah benda. Contohnya: mengukur ketebalan kertas.

  1. Rahang luar

Sama seperti rahang dalam, rahang luar ini terdiri dari rahang tetap dan rahang geser. Fungsinya adalah untuk memgukur diameter bagi dalam benda atau diameter sisi dalam suatu benda. Contohnya: benda yang sudah dibor dan ingin mengetahui ukuran kedalaman hasil pengeboran.

  1. Tangkai pengukur kedalaman (depth probe)

Fungsi bagian dari jangka sorong ini adalah untuk mengukur kedalaman benda seperti kedalaman tabung.

  1. Skala utama (cm)

Skala utama (cm) ini berfungsi menyatakan ukuran utama suatu benda dalam satuan centimeter.

  1. Skala utama (inchi)

Skala utama ini mempunyai kegunaan untuk menyatakan ukuran utama suatu benda dalam satuan inchi.

  1. Skala nonius (mm)

Skala nonius dalam satuan milimeter ini berfungsi untuk skala pengukuran fraksi dalam satuan milimeter.

  1. Skala nonius (inchi)
READ  Pengertian Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Skala nonius dalam satuan milimeter ini berfungsi untuk skala pengukuran fraksi dalam satuan inchi.

  1. Pengunci

Pengunci berguna untuk menahan bagian-bagian lain jangka sorong agar tidak bergeser dari letaknya. Akan sangat mengganggu jika pengunci tidak bekerja secara maksimal. Pastikan untuk mengetahui cara mengunci jangka sorong sebelum melakukan pencatatan terhadap pengukuran.

Jenis-Jenis Jangka Sorong 

Ada beberapa jenis jangka sorong yang dibedakan dari fungsi serta bentuk. Berikut adalah jenis-jenis jangka sorong berdasarkan perbedaan spesifikasi tersebut.

Jenis Jangka sorong berdasarkan fungsinya

Berdasarkan fungsi masing-masing jangka sorong dibedakan menjadi 6, diantaranya:

  1. Jangka sorong alur dalam (Inside Groove Caliper)

Jangka sorong ini memiliki rahang yang lebih panjang dari jangka sorong normal, berfungsi untuk mengukur diameter dalam suatu tabung yang bentuknya berlekuk-lekuk, seperti toples dan botol.

  1. Jangka Sorong Ketinggian (Height Vernier Caliper)

Sesuai namanya maka fungsi jangka sorong ini untuk mengukur ketinggian suatu benda secara detail dan akurat. Yang biasa menggunakan jangka sorong ini adalah slah satunya para pekerja di bidang kerja.

  1. Jangka Sorong Pipa (Tube Thickness Caliper)

Jangka sorong ini umumnya digunakan untuk mengukur ketebalan pipa ataupun benda yang berbentuk tabung dengan diameter kecil.

  1. Jangka Sorong Gigi Gear (Gear Tooth Vernier Calipers)

Jangka sorong ini digunakan untuk mengukur ketebalan gigi gear pada alat kendaraan bermotor atau pada spare part mesin bermotor.

  1. Jangka Sorong Jarak Pusat (Centerline Caliper)

Jangka ini berfungsi untuk mengukur jarak antara satu lubang dengan lubang lainnya.

  1. Jangka Sorong Cakram (Disc Brake Vernier Calipers)

Jangka sorong ini digunakan untuk mengukur ketebalan cakram logam yang beruoa lempengan.

Jangka sorong berdasarkan bentuk skala

Ada tiga jenis jangka sorong berdasarkan bentuk skalanya yaitu:

  1. Jangka sorong manual (Vernier Caliper)

Skala utama pada jangka sorong manual terletak pada rahang tetap dan skala nonius (vernier) pada rahang geser, dengan tingkat ketelitian adalah 0,1 mm.

  1. Jangka sorong analog (Dial Caliper)

Jangka sorong ini sama seperti jangka sorong manual, yang membedakan adalah skala noniusnya menggunakan analog atau jarum jam sehingga mudah dan akurat membaca skla noniusnya. Jangka sorong analog ini memiliki tingkat ketelitian 0,05

  1. Jangka sorong digital (Digital Caliper)

Sesuai dengan namanya jangka sorong ini menggunakan angka digital pada saat pengukuran. Tingkat keakuratan jangka sorong digital ini adalah 0,01. Karena sifatnya yang digital maka alat ukur tersebut dapat bekerja dengan menggunakan tenaga baterai.

READ  Kapasitor, Pengertian, Jenis, Simbol, dan Rangkaiannya

Prinsip Kerja Jangka Sorong 

Mayoritas jangka sorong mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu ketika pengunci dibuka atau dilonggarkan maka skala nonius dapat digerakkan sesuai keperluan pengukuran. Untuk mengukur diameter atau ketebalan objek benda, maka tinggal mengapit atau menjepitkan benda yang akan diukur di rahang jangka sorong. Hasil pengukuran akan didapat dari skala utama (0,001 cm) ditambahkan dengan skala nonius (0,1 cm).

Cara Membaca Jangka Sorong 

Berdasarkan penjelasan di prinsip kerja jangka sorong, maka cara membaca jangka sorong juga perlu dan penting. Berikut adalah hal hal yang perlu dierhatikan dalam membaca jangka sorong:

  1. Untuk menghasilkan angka akurat dari jangka sorong, amak kebersihan jangka sorong juga perlu diutamakan.
  2. Geser jangaka sorong hingga ke angka 0.
  3. Tempatkan benda yang akan diukur pada jangka sorong sekaligus lakukan pengukuran secara pas pada benda tersebut.
  4. Perhatikan posisi yang ditunjuk oleh garis angka 0 pada skala vernier (Nonius) serta garis angka lain dengan posisi terlurus pada skala utama.
  5. Bila posis terlurus pada skala utama adalah o maka hasil hitungannya nanti adalah bilangan bulat tetapi sebaliknya jika tidak berada di angka 0 maka hasil hitungannya menjadi ganjil dan diisi dengan hasil paling mendekati.

Berikut adalah contoh soal jangka sorong untuk lebih memahami cara membaca jangka sorong.

Contoh:

Tertera skala utama= 1,2 cm atau 12 mm

Tertera skala vernier= jika dilihat dengan seksama, garis pada skala vernier yang tepat lurus dengan garis diatasnya merupakan garis antara 6 dan 7. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,65 mm. Didapat, hasil pengukuran panjang baut adalah 12 mm + 0,65 mm = 12,65 mm = 1,265 cm.

Kegunaan Jangka Sorong 

READ  Pengertian Percepatan dan Rumus Percepatan Dalam Fisika

Jangka sorong sangat sering dijumpai pada perkuliahan teknik sangatlah erat kaitannya dengan ilmu fisika karena jangka sorong ini lebih banyak digunakan praktek pengukuran. Berikut adalah kegunaan jangka sorong berikut cara penggunaannya.

  1. Menghitung diameter luar dan dalam benda-benda baik yang tebal ataupun tipis

Buka pengunci lalu buka rahang, masukkan benda yang akan di ukur ke rahang bawah jangka sorong, geser rahang agar benda dapat terapit lalu ulir pengunci. Sedangkan untuk diameter dalam adalah sebagai berikut: buka pengunci dan tempatkan benda pada rahang jangka sorong lalu kaitkan rahang agar benda yang diukur terjepit.

  1. Menghitung ketebalan suatu benda

Langkah ini dapat dimulai dengan mengapitkan benda yang akan diukur pada rahang jangka sorong lalu lalu kunci dengan pengunci jangka sorong.

  1. Mengukur kedalaman suatu benda seperti tabung

Cara mengukur kedalaman benda: buka pengunci lalu tempatkan dan paskan benda yang akan diukur kedalamannya kemudian kunci dengan pengunci jangka sorong.

Mempelajari apa itu jangka sorong dan belajar membaca hasil jangka sorong sama dengan melatih ketelitian kita dalam menghitung. Menghitung juga sama dengan menstimulasi otak kita agar tetap bekerja. Jadi belajar dan bekerjalah untuk menjaga selalu otak kita.