Pengertian Frasa, Ciri-ciri, Kategori, dan Contohnya

Rate this post

Frasa

Frasa adalah salah satu materi dalam pelajaran bahasa Indonesia yang juga dijadikan bagian dari soal ujian pada jenjang sekolah tertentu. Ulasannya akan dibahas di bawah ini.

Pengertian Frasa

Frasa adalah gabungan kata dari dua kelompok kata atau lebih dan memiliki satu makna yang dapat berubah-ubah sesuai dengan konteksnya.

Ciri-ciri Frasa

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari frasa:

  1. Terdiri setidaknya minimal dua kata atau lebih.

  2. Memiliki fungsi gramatikal (berubah-ubah sesuai konteks) dalam kalimat.

  3. Memiliki satu makna gramatikal.

  4. Bersifat nonpredikatif.

Kategori Frasa

  1. Berdasarkan Jenis

  • Frasa verbal

Frasa yang memiliki inti kata kerja dalam unsur pembentuknya dan dapat berfungsi untuk menggantikan kedudukan kata kerja dalam kalimat. Contoh: tidak tidur, baru datang, sedang makan, dan akan tiba.

  • Frasa nominal

Frasa yang memiliki inti kata benda dalam unsur pembentuknya dan dapat berfungsi untuk menggantikan kata benda. Contoh: Rumah kaca, sepatu kulit, buku gambar, dan lemari kayu.

  • Frasa Ajektifa

Frasa yang memiliki inti kata sifat dalam unsur pembentuknya. Contoh: sangat baik, sangat cepat, cukup cerdas, lumayan jauh, dan murah sekali.

  • Frasa Adverbia

Frasa adverbia atau frasa keterangan adalah frasa yang mempunyai keleluasaan berpindah dan bisa terletak di depan atau di belakang subjek.

Contoh:

  • Tidak biasanya Dina telat masuk kelas.
  • Dina tidak biasanya telat masuk kelas.
  • Dina telat masuk kelas tidak biasanya.
  • Frasa Preposisional
READ  Macam-macam Majas dan Contohnya

Frasa yang menggunakan kata depan dalam unsur pembentuknya. Contoh: dari sana, oleh dia, ke sekolah, dengan tangan, kepada guru, di Aceh.

  1. Berdasarkan Fungsi Unsur Pembentuk

  • Frasa Endosentris

Frasa yang salah satu atau kedua unsurnya merupakan unsur inti. Contoh: kuda hitam, sudah selesai, dua orang, dan anak sapi.

Frasa endosentris terbagi menjadi 4 macam, yaitu:

  • Frasa atribut

Frasa yang unsur pembentuknya menggunakan “diterangkan atau menerangkan” atau sebaliknya. Contoh: Ayah kandung (diterangkan dan menerangkan), dan seekor nyamuk (menerangkan dan diterangkan).

  • Frasa apositif

Frasa yang salah satu unsur pembentuknya dapat digunakan sebagai pengganti unsur inti.

  • Frasa koordinatif

Frasa yang unsur pembentuknya berperan sebagai unsur inti. Contoh: warta berita, tua muda, dan kakek nenek.

  • Frasa eksosentris

Frasa yang salah satu unsurnya adalah kata tugas. Contoh: pada hari, dari Solo, kepada ayah, di rumah.

  1. Berdasarkan Kesatuan Makna

  • Frasa biasa

Frasa yang memiliki makna sebenarnya. Contoh: kakak membeli sayur kol.

  • Frasa idiomatik

Frasa yang memiliki makna baru atau bukan makna sebenarnya (denotasi). Contoh: orang tua saya pergi ke luar negeri.

Selain itu, ada juga yang dinamakan dengan frasa ambigu, yaitu frasa yang memiliki makna ganda dalam kalimat. Contohnya tangan panjang. Tangan panjang dapat berarti tangan yang panjang namun bisa juga diartikan sebagai orang yang suka mencuri.

Itulah ulasan tentang pengertian frasa, ciri-ciri, kategori dan contohnya. Semoga ulasan tersebut dapat membantu dalam memahami apa itu frasa dan bagaimana penggunaanya dalam kalimat.

Tags: