Pengertian Pasar

Pengertian Pasar
5 (100%) 1 vote

PASAR

Pasar adalah tempat atau mekanisme bertemunya kepentingan konsumen disatu sisi, dengan kepentingan produsen di sisi lain. Dengan posisi pasar seperti diatas, maka pasar mempunyai banyak fungsi bagi pelaku ekonomi, baik bagi konsumen, produsen dan pemerintah. Misalnya pasar berfungsi sebagai sumber informasi bagi konsumen, produsen, bahkan juga pemerintah.

Dengan demikian pasar mempunyai peranan yang sangat strategis bagi pelaku bisnis dan masyarakat secara keseluruhan. Tanpa ada akses terhadap pasar atau penguasaan pasar, maka tidak mungkin suatu bisni akan bertahan hidup. Pasar adalah tempat produsen merebut konsumen dalam rangka mencapai tujuan usahanya. Di samping itu pasar mempunai berbagai bentuk atau struktur yang mempunyai hukumnya sendiri-sendiri, sehingga berpengaruh pada tinggi rendahnya keseimabangan yang terjadi.

Seperti disinggung pada uraian sebelumnya, pasar akan berfungsi dengan baik bila dapat memberikan manfaat kepada semua pihak (produsen, konsumen dan pemerintah). Dan pasar yang seperti itu disebut pasar kompetitif atau pasar yang efisien, yaitu pasar yang menumbuhkan persaingan yang sehat dan inovasi sehingga meningkatkan efisiensi ekonomi. Sebaliknay bila yang terjadi saling bereksploitasi satu sama lain, maka berarti pasar tersebut tidak berfungsi sebagaimana layaknya atau yang kita kenal sebai pasar yang gagal.

Pasar yang Bersaing (Competitve Market)

Pasar yang bersaing atau pasar yang kompetitif adalah suatu pasar di mana terdapat banyak pembeli dan penjual yang meperdagangkan produk indentik, sehingga masing-masing dari mereka akan menjadi penerima harga. Indikasi berjalannya pasar di atas apabila terjadi hal-hal berikut.

  1. Distribusi kesejahraan di masyarakat bejalan normal

Distribusi kesejahteraan di masyarakat yang tergambar dari distribusi barang dan jasa, informasi, serta pendapatan antar pemain di pasar berjalan baik. Jika konsumen membutuhkan suatu jenis makanan untuk makan malam, ada berbagai pilihan makanan tersedia di restoran; buah-buahan tersedia di toko buah, begitu seterusnya dengan berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen. Kehadiran dan ketersediaan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen di pasar adalah hasil dari rantai konpleks dari keputusan yang dibuat pemilik restoran, pemilik toko atau kedai, pedagang grosir, pengirim, eksportir atau imoportir (bila barang didatangkan dari luar negeri), produsen dan petani.

READ  Demokrasi Liberal, Pengertian, Ciri, Sistem Pemerintahan, Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Dengan demikian apabila terjadi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, maka seluruh kelompok masyarakat dapat menikmatinya. Kelompok masyarakat yang kaya meningkat kesejahteraannya; kelompok yang miskin pun peningkat kesejahteraannya.

  1. Stabilitas ekonomi (harga barang dan jasa) berjalan baik

Jika konsumen membutuhkan suatu jenis makanan untuk makan malam, ada berbagai pilihan makanan menunggu dan tersedia di restoran; buah-buahan tersedia di toko buah, begitu seterusnya dengan berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen. Demikian dengan pemilik toko, restoran atau kedai grosir, dan pengirim tidak mengkomunikasikan informasi rinci tentang kegiatan mereka, tetapi hanya memutuskan apakah akan berusaha (bisnis) pada harga yang berlaku. Keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh para pelaku pasar tersebut dikoordinasikan oleh parameter penting yang disebut denga harga (price). Keputusan dan tindakan para pelaku pasar di atas akan berjalan normal apabila tidak terjadi gejolak harga (nilai tukar), baik internal maupun eksternal. Gejolak harga tidak terjadi karena kelancaran pasokan, atau tidak terjadi kelangkaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

  1. Alokasi sumberdaya berjalan dengan baik dan efisien

Alokasi dan akses pada sumberdaya ekonomi nasional seperti alokasi sumber daya alam (SDA), suber daya buatan (SBD), maupun lainnya seperti alokasi masalah keuangan dan permodalan (kredit usaha) berjalan baik di masyarakat. Bilah hal seperti ini terjadi di masyarakat, maka ini mengidikasikan bahawa ekonomi atau pasar berjalan dengan efisien.

Pasar yang Bersaing dan Pasar yang Efisien

Pasar yang bersaing adalah alat untuk mencapai pasar yang efisien. Pasar yang efisien adalah pasar yang menghasilkan barang dan jasa dengan minimum pemborosan dan keubaziran atau diistilahkan dengan dead weight loss. Selanjutnya, pada ekonomi yang kompetitif, tidak ada pertentangan anatara pencapaian hasil yang efisien dengan hasil yang adil. Dengan demikian maka apabila ekonomi berjalan dengan kompetitif, maka dapat dibangun ekonomi yang efisien dan berkeadilan.

READ  Jenis-jenis Kebijakan Fiskal dan Kegunaannya

Asumsi untuk ekonomi dan pasar yang kompetitif adalah sebagai berikut:

  1. Kesejahteraan setiap orang ditentukan oleh barang dan jasa yang dikonsumsinya, dan ketentuan setiap perushaan hanya ditentukan oleh faktor produksi yang digunakan.
  2. Ada ketentuan mengenai hal kepemilikan (property rights) setiap barang dan jasa.
  3. Tersedia pasar untuk setiap barang dan jasa.
  4. Setiap perusahaan berprilaku kompetitif dan tidak berpengaruh significant pada perusahaan.
  5. Biaya untuk masuk pasar sangat murah.
  6. Semua pemain di pasar mempunyai informasi yang sama mengenai barang dan jasa yang tersedia di pasar.

Pasar yang Gagal (Market Failured)

Pasar yang gagal adalah pasar yang hanya mengutamakan kepentingan pihak yang kuat saja, dan ini dampaknya sangat merugikan publik, bahkan bisa mengerikan. Hal ini berkaitan dengan masalah eksternalitas sebagai dampak negatif dari kegiatan ekonomi atau pasar. Di sini perlu pengaturan kembali kelembagaan yang telah berkembang dan bertahan selama beberapa ratus tahun terakhir karena memiliki kontribusi besar kepada kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian Negara perlu memperbaiki kesejahteraan masyarakat dengan mengatur atau menata kembali masalah pasar dan hal-hal yang terkait dengannya, seperti masalah lingkungan, masalah sumber daya alam, dan masalah terkait lainnya bagi setiap aktivitas ekonomi.

Salah satu parameter penting dari tidak berjalannya fungsi pasar (pasar yang gagal) adalah tidak harmonisnya hubungan antarpemain di pasar (produsen dan konsumen), karena satu sama lain salaing eksploitasi (zero sum games). Indikasi pasar yang gagal adalah bila terjadinya hal-hal sebagai berikut.

  1. Distribusi kesejahteraan di masyarakat sangat timpang

Distribusi kesejahteraan yang tergambar dari distribusi barang dan jasa, informasi, serta pendapatan antarpemain di pasar tidak berjalan dengan baik, tetapi dari waktu ke waktu makin timpang. Misalnya kelompok yang kaya makin kaya dan kelompok yang miskin semakin miskin. Hal ini akan terlihat bahwa yang kaya sekali sangat sedikit jumlahnya, sementara kelompok yang miskin sangat banyak jumlahnya.

  1. Tidak ada stabilitas ekonomi (harga barang dan jasa serig berubah)

Hal ini tergambar pada gejolak nilai tukar, baik internal (barang dan jasa domestik), maupun eksternal (nilai tukar mata uang domestik dengan mata uang asing, kurs). Hal ini sering memicu terjadinya krisis moneter, yang bila tidak segera selesai akan terjadi krisis ekonomi, yang berakibat terganggunya keandalan persediaan (supply) barang dan jasa di masyarakat. Hal ini diindikasikan denga sering terjadinya kelangkaan barang dan jasa di masyarakat.

  1. Alokasi sumber daya nasional tidak berjalan dengan efisien

Alokasi dan akses pada sumber daya ekonomi nasional seperti sumber daya alam (SDA), sumber daya buatan (SDB) maupun lainnya seperti masalah alokasi keuangan dan permodalan tidak berjalan dengan baik, sehingga yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin susah. Hal ini mengindikasikan bahwa ekonomi tidak berjalan denga efisien. Hanya masyarakat tertentu saja yang memilik akses pada berbagai sumber daya ekonomi nasional, sedangkan sebagian besar masyarakat terpinggirkan atau tidak mendapat akses, apalagi alokasi sumberdaya ekonomi. Hal ini bila tidak ditangani denga baik akan memicu gejolaksosial di masyarakat.

READ  3 Fungsi Bank Sentral dan Kebijakannya

Tags: