Pengertian Qurban Secara Lengkap

Pengertian Qurban Secara Lengkap
5 (100%) 20 votes

Momen qurban merupakan momen yang dinantikan banyak orang. Pada setiap tanggal 10 Dzul Hijjah semua umat muslim yang tidak melaksanakan haji akan merayakan hari raya idul Adha yang mana disunahkan untuk melaksankan qurban dengan cara menyembelih hewan qurban kemudian dibagi – bagikan pada seluruh umat islam yang ada didaerah tersebut. Perintah untuk berqurban tertuang kedalam firman Allah SWT yang memiliki arti :

“Maka Shalatlah untuk Rabbmu dan Sembelilah Hewan”. (QS. Al Kautsar : 2)

Qurban, identik dengan kisah Nabi Ibrahim dengan anaknya yakni Nabi Ismail AS, yang mana dari kisah keduanya ada makna qurban yang dapat diambil salah satunya adalah makna mengenai keikhlasan dan ketundukan pada perintah dari Allah Ta’ala.

Pengertian Qurban

Qurbanberasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat, sedangkan dalam islam qurban disebut dengan al – udhhiyyahdan adh – dhahiyyahyang berarti adalah binatang yang disembelih seperti unta, sapi, kerbau dan juga kambing yang disembelih pada hari idul Adha dan hari – hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Secara etimologi, kata qurbanberasal dari bahasa arab yakni Qariba – Yagrabu – Qurban wa quebanan wa qirbananyang berarti dekat (Ibn Manzhur: 1992:1:662; Munawir: 1984:1185), atau dengan kata lain qurban artinya adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui ritual penyembelihan hewan ternak.

Qurban selain merupakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, qurban juga memiliki faktor hablumminannasyaitu memberikan kemanfaatan bagi lingkungan disekitarnya. Qurban adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, disisi lain adalah untuk membantu masyarakan yang kurang mampu untuk merasakan rejeki lezatnya daging qurban yang memang jarang mereka makan. Salah satu makna yang paling utama dari ibadah qurban adalah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT dengan membahagiakan sesama umat manusia.

READ  8 Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa

Dalil Disyari’atkan Qurban

Allah SWT mengsyariatkan qurban kedalam firman-Nya, yakni : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang – orang yang membencimu dialah orang yang terputus.” (QS: Al Kautsar: 1 – 3)

“Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang – orang yang sengsara lagi fakir.” (QS: Al – Hajj: 22 – 28)

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta – unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyeblihnya.” (QS: Al – Hajj:36)

Hukum Berkurban

Ibadah qurban hukumnya adalah sunnah muakkadah(sunah yang sangat dianjurkan) bagi orang – orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu maka ia dihukumi makruh. Didasarkan pada hadist Bukhari dan Muslim bahwa Nabi SAW pernah berkutban dengan dua ekor kambing Kibasy yang sama – sama berwarna putih kehitam-hitaman dan juga bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih hewan kurban tersebut dan membacakan nama Allah serta bertakbir ketika memotong hewan tersebut.

Dari Ummu Salamah ra, Nabi SAW bersabda: “Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang diantara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya.”HR Muslim.

Berdasarkan pada sabda Nabi SAW tersebut “ingin berkorban” adalah dalil bahwa ibadah qurban adalah sunnah bukan wajib.

Binatang yang diperbolehkan untuk Qurban

Binatang yang diperbolehkan untuk kurban adalah Onta, Sapi, Kerbau, dan juga Kambing. Untuk selain ketiga jenis tersebut tidak diperbolehkan. Allah  SWT berfirman: “Supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.”(QS: Al-Hajj: 34). Dan dianggap memadai berqurban dengan domba yang berumur sertengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, serta unta yang berumur lima tahun, baik itu yang jantan maupun betina seperti pada hadist dibawah ini:

READ  Niat, Tata Cara, dan Doa Melaksanakan Salat Tarawih

Dari Uqbah bin Amir ram aku berkata wahai Rasulullah SAW, aku mempunyai jadza”, Rasulullah SAW menjawab, “Berkurbanlah dengannya”(HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Binatang qurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza (powel/berumur satu tahun).”(HR Ahmad dan Tirmidzi).

Binatang yang tidak diperbolehkan untuk Qurban

Binatang yang tidak diperbolehkan untuk qurban adalah seperti dibawah ini:

  1. Binatang yang penyakitnya terlihat dengan jelas
  2. Binatang yang buda dan jelas terlihat kebutaanya
  3. Binatang yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali
  4. Binatang yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.

Rasulullah SAW bersabda: “Ada empat penyakit pada binatang qurban yang dengannya qurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan kebutaan yang nampak jelas dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang seklai dan yang kurus sekali.” (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih).

Selain binatang diatas ada binatang lain yang tidak boleh untuk diqurbankan, yaitu:

  1. Hatma’ (Ompong gigi depannya, seluruhnya)
  2. Taula’ (yang mencari makan diperkebunan, tidak digembalakan)
  3. Ashma’ (yang kulit tanduknya pecah)
  4. Jarba’ (yang banyak penyakit kudisnya).
  5. Umya’ (buta)

Waktu Penyembelihan Hewan Qurban

Dari al – Barra ra Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada dini hari ini (Idul Adha) adalah kita salat, kemudian kita kembali dan memotong qurban. Barang siapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelilah itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali”

Dari hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyembelih sebelum salat maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah salat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat islam.”(HR Bukhari dan Muslim)

READ  Niat, Tata Cara dan Doa Melaksanakan Shalat Tahajud

Untuk qurban diisyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahati pada hari Idul Adha, sesudah itu boleh menyembelihnya di hari mana saja yang termasuk hari – hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.

Tags: