Penjajahan Portugis dan Spanyol di Indonesia

Diposting pada
Penjajahan Portugis dan Spanyol di Indonesia
5 (100%) 1 vote

“Jangan pernah melupakan sejarah. Ini akan membuat dan mengubah siapa diri kita.”

Pernah mendengar kata-kata mutiara di atas? Kata-kata itu berasal dari Soekarno, Bapak Presiden Republik Indonesia yang pertama. Dari kata-kata diatas, terdapat pesan bahwa, sebagai rakyat Indonesia, kita tidak seharusnya melupakan sejarah negara Indonesia.

Indonesia, adalah negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.504 pulau, yang berada di benua Asia dan Australia, dan yang terletak diantara Samudra Hindia dan Pasifik. Indonesia merdeka pada tahun 1945. Sebelum kemerdekaan, ada beberapa negara yang pernah menjajah Indonesia. Dua contoh negara atau bangsa yang akam dibahas di sini adalah bangsa Portugis dan bangsa Spanyol.

  1. Potugis

Portugis adalah bangsa pertama yang menjajah Indonesia. Mereka pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1509, dan menguasai Malaka pada tahun 1511, yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque.

Salah satu alasan bangsa Eropa sampai di Nusantara adalah 3G, Gold, Glory, Gospel. Gold artinya kekayaan. Pada abad pertengahan, bangsa Eropa memang tengah mencara rempah-rempah yang merupakan komoditas utama perdagangan kedua. Glory artinya kejayaan. Mereka berusaha menanamkan pegaruhnya di bumi Nusantara. Gospel artinya menyebarkan agama. Mereka juga berusaha menyebarkan agama Katolik di tanah jajahan mereka.

Tentu saja, yang namanya dijajah pasti tidak lepas dari perasaan menderita. Indonesia menderita selama bertahun-tahun lamanya hingga salah satu tokoh Indonesia bernama Fatahilah dari Sunda Kelapa berusaha membuat bangsa Portugis meninggalkankan Nusantara.

Bangsa Portugis menjajah Nusantara dari 1509 sampai1595 M.

  1. Spanyol

Bangsa kedua yang menjajah Nusantara adalah rival Portugis, yaitu Spanyol. Sama seperti Portugis, Spanyol juga datang ke Nusantara salah satunya karena mencari rempah-rempah. Ekspedisi Spanyol yang dibawahi oleh Magelhaen sampai di Pulau Cebu (di Filipina) pada tanggal 7 April 1521. Oleh sebab raja Cebu sedang bermusuhan dengan Mactan, rombongan Magelhaen pun diterima dengan baik oleh raja Cebu. Cebu kemudian meminta bantuan kepada Magelhaen. Namun, Magelhaen akhirnya terbunuh dalam perselisihan yang terjadi di kerajaan itu.

READ  Sejarah Dunia, Orang Yang Paling Berpengaruh Sepanjang Masa

Atas terbunuhnya Magelhaen, perjalanan dilanjutkan oleh Sebastian del cano/yang akhirnya tiba di Maluku pada tahun 1521. Rombongan itu juga tiba di Manado Sulawesi Utara. Kedatangan bangsa Spanyol disambut baik oleh Sultan Tidore yang saat itu sedang bermusuhan dengan kerajaan Ternate.

Kedatangan bangsa Spanyol ini dianggap Portugis sebagai pelanggaran ‘hak monopoli’. Sehingga diadakan perjanjian Saragosa pada tanggal 22 April 1529 untuk menghindari perang besar. Perjanjian itu berisi:

  1. Spanyol harus meninggalkan Maluku, lalu memusatkan kegiatannya di Filipina.
  2. Portugis tetap menjalankan aktivitas perdagangannya di Maluku.

Akibat perjanjian ini, akhirnya Spanyol pergi dari Maluku.

Penjajahan memang sering dikaitkan dengan sesuatu yang merugikan. Tetapi bila dilihat dari sisi yang lain, penjajahan ini dapat dilihat sebagai sesuatu yang positif juga. Salah satu contohnya adalah menerkenalkan Nusantara ke bangsa lain, dan mempelajari budaya-budaya baru yang lebih modern yang mungkin bisa dipelajari atau bermanfaat bagi bangsa yang terjajah kedepannya.