Penjelasan tentang Senyawa Hidrokarbon

Penjelasan tentang Senyawa Hidrokarbon
5 (100%) 1 vote

Senyawa Hidrokarbon

Pada kimia organik, hidrokarbon adalah senyawa organik yang terdiri dari hydrogen dan karbon. Hidrokarbon yang salah satu atom hidrogennya ditarik atau dihilangkan berubah menjadi gugus fungsinya yang disebut sebagai hidrokarbil. Karena karbon memiliki empat elektron valensi, karbon pun juga membutuhkan empat ikatan agar stabil.

Sebagian besar hidrokarbon ditemukan di alam dan menjadi bagian dari alam contohnya adalah di minyak bumi yang mendekomposisikan material-material organik, menghasilkan banyak sekali karbon dan hidrogen yang mana jika bersatu dapat terkatenasi menjadi rantai hidrokarbon yang panjang sekali—ya seperti yang terjadi pada minyak bumi tersebut.

Klasifikasi Hidrokarbon

Ada tiga klasifikasi hidrokarbon yang dijelaskan oleh IUPAC untuk kimia organic yaitu sebagai berikut.

  1. Hidrokarbon tersaturasi

Ini merupakan spesies hidrokarbon yang paling sederhana. Hidrokarbon jenis ini terdiri hanya dari ikatan tunggal dan tersaturasi dengan hidrogen. Jenis-jenis hidrokarbon sederhana ini adalah rantai panjang dari alkana. Alkana memiliki formula CnH2n+2.

Hidrokarbon tersaturasi adalah bentuk paling dasar dari minyak bumi yang telah kita bahas di atas, yaitu rantai sebaris maupun bercabang.

Hidrokarbon tersaturasi ini biasanya mengalami reaksi substitusi atau penggantian hidrogen-hidrogennya dan mengikatkan karbon dengan unsur-unsur lain. Hidrokarbon dengan rumus molekul sama namun bentuk yang berbeda disebut sebagai isomer. Contohnya adalah 3-metil heksana dan heptana.

  1. Hidrokarbon tidak tersaturasi

Hidrokarbon tidak tersaturasi ini memiliki satu atau lebih ikatan ganda atau tiga, inilah yang disebut alkena dan alkuna. Alkuna, yang berikatan ganda, memiliki formula CnH2n. Sementara itu, alkena yang berikatan tiga memiliki formula CnH2n-2.

  1. Hidrokarbon aromatik

Aromatic hydrocarbons atau yang disebut juga sebagai hidrokarbon aromatik alias arenes merepukan hidrokarbok yang memiliki setidak-tidaknya satu cincin aromatik. Cincin aromatik merupakan suatu cincin stabil suatu senyawaan yang membuatnya tidak mudah terpecah.

READ  Sistem Periodik Unsur : Pengetian, Golongan, dan Sifatnya Lengkap

Secara garis besar, hidrokarbon bisa berada dalm wujud gas seperti metana dan propane, cairan seperti heksana dan benzene, wax atau padatan setangah lelehan seperti parafin dan naftalen, serta dalam bentuk polimer yaitu polietilen, polipropilen, dan polistirena.

Ciri-ciri umum hidrokarbon

Karena perbedaan struktur molekulnya, rumus empiris satu hidrokarbon dengan yang lain berbeda; pada hidrokarbon linear seperti alkana, alkena, dan alkuna, jumlah hydrogen yang terikat pada alkena dan alkuna lebih sedikit daripada alkana karena pada dua jenis hidrokarbon tersebut terjadi ikatan rangkap antar karbon-karbonnya sendiri. Nah, katenasi pada karbon tersebut mencegah terjadinya saturasi hidrokarbon secara keseluruhan.

Katenasi sendiri merupakan kemampuan karbon pada hidrokarbon untuk berikatan dengan unsur sejenisnya sendiri. Inilah yang menyebabkan hydrogen mampu membentuk molekul-molekul yang lebih kompleks seperti sikloheksana, benzena, bahkan lemak, dan lain sebagainya.

Hidrokarbon bersifat non-polar, sehingga ia tidak bisa berinteraksi dengan air atau dengan kata lain bisa disebut juga sebagai hidrofobik. Interaksi antara molekul-molekulnya sangat terbatas, cenderung tertutup, dan stabil sehingga tidak memungkinkannya berikatan dengan air.

Tags: