Perdagangan International, Pengertian, Teori, Bentuk, serta Dampak Positif dan Negatifnya

Perdagangan International, Pengertian, Teori, Bentuk, serta Dampak Positif dan Negatifnya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Perdagangan International

Perdagangan international adalah perdagangan yang dilakukan oleh oleh dua pihak (individu, perusahaan, pemerintah) yang berasal dari dua negara yang berbeda dengan menetapkan suatu perjanjian sesuai kesepakatan bersama.

Mungkin Anda pernah membeli barang-barang impor seperti tas, kosmetik, makanan, ataupun barang lainnya yang merupakan produksi luar negeri dan bisa ada di Indonesia karena adanya perdagangan internasional.

Teori Perdagangan International

  • Teori Keunggulan Mutlak

Berdasarkan teori keunggulan mutlak, perdagangan internasional akan memberikan keuntungan kepada negara yang memproduksi dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga yang ditetapkan di negara lain.

  • Teori Keunggulan Komparatif

Teori keunggulan komparatif menyatakan bahwa meskipun suatu negara tidak memiliki keunggulan mutlak dalam memproduksi barang, maka negara tersebut dapat melakukan perdagangan internasional pada barang yang paling produktif lainnya.

Bentuk Perdagangan Internasional

  • Perdagangan Bilateral

Perdagangan bilateral adalah perdagangan yang dilakukan antar dua negara, yang pada umumnya dilakukan di dalam perdagangan internasional.

  • Perdagangan Regional

Perdagangan regional adalah perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara yang termasuk dalam ruang lingkup tertentu, contohnya negara-negara ASEAN, Negara Uni Eropa, dan lain sebagainya.

  • Perdagangan Multilateral

Perdagangan multilateral adalah perdagangan yang dilakukan antar negara tanpa adanya batasan kawasan tertentu.

Jenis Perdagangan Internasional

  1. Ekspor dan impor. Ekspor dapat dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku ataupun dengan tanpa L/C (barang boleh dikirim atas izin dari departemen perdagangan).
  2. Barter, yaitu pertukarang barang dengan barang, meliputi direct barter, switch barter, bay back barter, dan counter purchase.
  3. Konsinyasi, yaitu perdagangan yang dilakukan dengan mengirimkan barang ke luar negeri namun belum ada permbeli tertentu di negara tersebut, dapat dilakukan melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan cara pelelangan.
  4. Package deal, yaitu perdagangan yang dilakukan dengan adanya perjanjian dagang (trade agreement) terlebih dahulu dengan negara lain.
  5. Border Brossing, yaitu perdagangan yang terjadi antara dua negara tetangga yang saling berdekatan dan memudahkan warganya untuk saling melakukan transaksi.
READ  Minyak Bumi, Pengertian, Proses Pembetukan, Komposisi, dan Proses Pengolahannya

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Ada 6 faktor pendorong perdagangan international, yaitu:

  1. Tersedianya sumber daya alam.
  2. Pasar bebas.
  3. Perbedaan kondisi geografis.
  4. Perkembangan teknologi informasi.
  5. Perbedaan teknologi.
  6. Dapat menghemat biaya.

Dampak Positif Perdagangan Internasional

Ada 9 dampak positif perdagangan internasional, diantaranya:

  1. Bisa memperoleh barang yang tidak diproduksi di negara sendiri dengan mudah.
  2. Memperluas penjualan yang akan meningkatkan produksi.
  3. Mendapatkan keuntungan dari melakukan spesialisasi.
  4. Mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara.
  5. Sumber devisa negara.
  6. Meningkatkan pengetahuan tentang toknologi di negara berkembang.
  7. Membuka lapangan pekerjaan di suatu negara.
  8. Adanya jalinan persahabatan antara satu negara dengan negara lain.
  9. Meningkat penyebaran sumber daya alam.

Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Ada 5 dampak negatif perdagangan internasional, berikut ini:

  1. Menghambat pertumbuhan industri dalam negeri.
  2. Menyebabkan ketergantungan negara berkembang dengan negara maju.
  3. Menumbuhka sifat konsumerisme.
  4. Mempengaruhi neraca pembayaran.
  5. Menyebabkan ketidakstabilan dalam sektor keuangan.

Tags: