Reproduksi Aseksual dan Jenisnya

Reproduksi Aseksual dan Jenisnya
5 (100%) 1 vote

Sumber:sciencing.com

Ilustrasi Echinodermata, bintang laut yang melakukan reproduksi aseksual.

Reproduksi Aseksual

Reproduksi aseksual dapat didefinisikan sebagai proses di mana keturunan dihasilkan dari satu indukan tanpa melalui proses pembuahan. Biasanya, reproduksi ini terjadi dalam situasi di mana kecepatan pertumbuhan populasi dari spesies tersebut lebih diutamakan daripada keragaman genetik. Buktinya adalah seperti jamur. Kita semua tahu bahwa jamur bereproduksi dengan sangat cepat. Tapi tidak ada keragaman genetik dari jamur yang dihasilkan dari reproduksi aseksual ini karena semua keturunannya mewarisi sifat genetik persis seperti induknya.

Jenis-jenis

Nah, jenis dan cara yang dilakukan dala bereproduksi aseksual ini bervariasi. Ingin tahu apa saja jenis-jenisnya? Mari baca ulasan selengkapnya berikut.

Spora

Beberapa jenis protozoa dan sebagian besar bakteri, tanaman, dan jamur berkembang biak melalui spora. Spora adalah struktur yang tumbuh secara alami sebagai bagian dari siklus hidup suatu organisme. Spora ini memang dibuat untuk bisa berpisah/lepas dari organisme induknya dan menyebar melalui media perantara seperti udara atau air. Spora yang sudah lepas dari organisme induknya ini, jika menemukan lingkungan yang cocok, ia akan berkembang menjadi organisme baru. Ketika sudah dewasa, organisme ini akan kembali menghasilkan spora dan melakukan hal serupa—siklus berulang. Salah satu contohnya adalah rumput liar. Rumput mempunyai bunga yang mana bunga rumput ini nanti akan mengeluarkan spora yang membuahi bunga rumput lainnya.

Pembelahan

Organisme prokariotik seperti bakteri dan beberapa protozoa berkembang biak melalui pembelahan biner. Fisi/pembelahan ini terjadi pada tingkat sel ketika isi sel direplikasi secara internal dan kemudian mengalami pembelahan. Sel kemudian membentuk dua entitas yang berbeda dan memisahkan dirinya sendiri. Setiap sel parsial kemudian menyusun kembali bagian yang hilang dari struktur internalnya. Pada akhir proses, sel tunggal telah menjadi dua sel baru yang sepenuhnya berkembang, masing-masing dengan sifat genetik yang identik. Selain organisme prokariotik, organisme eukariotik uniseluler seperti amoeba dan paramecium juga melakukan reproduksi ini.

READ  Termodinamika, Pengertian, Sistem, dan Hukum Dasarnya

Reproduksi vegetatif

Banyak tanaman dianugerahi kemampuan genetik khusus yang memungkinkan mereka untuk bereproduksi tanpa bantuan biji atau spora. Contohnya termasuk stroberi, umbi kentang, dan dandelion. Bentuk reproduksi ini biasanya ditemukan di lingkungan dengan kondisi musim yang keras di mana proses penyemaian tradisional (yang membutuhkan dua indukan: jantan dan betina untuk menghasilkan biji atau spora ini) seringkali sulit dilakukan.

Pembentukan Tunas (Budding)

Organisme seperti ragi dan beberapa jenis virus bereproduksi melalui tunas, suatu proses di mana suatu organisme baru tumbuh pada organisme indukannya yang sudah ada sebelumnya. Jadi, kalau pada fisi/pembelahan organisme anakan tumbuh di dalam indukannya kemudian “berpisah”, pada buddingini organisme anakan sudah muncul lalu berpisah dari induknya terlebih dahulu sebelum tumbuh dan berkembang sendiri.

Fragmentasi

Cacing dan banyak echinodermata seperti bintang laut bereproduksi secara aseksual melalui fragmentasi. Dalam proses ini, suatu organisme secara fisik membelah dan mengembangkan organisme baru yang identik secara genetik dari setiap segmen. Segmen dengan cepat menumbuhkan sel-sel baru untuk membentuk serat otot dan struktur internal mereka melalui mitosis. Fragmentasi ini bisa terjadi baik sengaja maupun tidak disengaja.

Tags: