Reproduksi pada Tumbuhan Angiospermae

Diposting pada
Reproduksi pada Tumbuhan Angiospermae
5 (100%) 2 votes

Reproduksi Tanaman

Reproduksi pada tanaman adalah proses di mana tumbuhan menghasilkan individu baru, atau keturunan untuk melangsungkan eksistensinya. Reproduksi tumbuhan bisa terjadi secara seksual maupun aseksual. Reproduksi seksual adalah pembentukan keturunan oleh penggabungan gamet. Reproduksi aseksual adalah pembentukan keturunan tanpa fusi gamet.

Reproduksi seksual menghasilkan keturunan yang berbeda secara genetik dari orang tua. Keturunan aseksual identik secara genetik kecuali untuk aseksual jenis mutasi. Pada tumbuhan tingkat tinggi seperti Angiospermae, benih atau bakal anak terkandung di dalam buah. Buah sendiri bisa membantu melindungi biji tersebut dan bahkan membantu penyebarannya. Lalu, bagaimana persisnya reproduksi seksual pada tanaman Angiospermae ini? Mari baca selengkapnya berikut.

Reproduksi Seksual pada Angiospermae: Pembetukan Ovula

Semua tanaman memiliki dua siklus hidup berbeda yang bervariasi dalam ukuran dan jumlah kromosom pada setiap selnya. Pada tumbuhan berbunga yang biasanya berbodi besar serta terdiri dari akar, pucuk, dan daun, ditemukan struktur reproduksi yang cukup kompleks. Reproduksi yang berupa bunga dan buah ini merupakan diploid dan disebut sebagai sporofit.

Sporofit sendiri nanti akan menghasilkan gametofit mikroskopis haploid. Siklus reproduksi tanaman berbunga cukup teratur dan biasanya musiman, bergantian bolak-balik dari fase sporofit dan fase gametofit—inilah yang disebut sebagai “dua siklus hidup” tersebut.

Bunga pada tumbuhan Angiospermae menghasilkan dua jenis gametofit, jantan dan betina. Gametofit betina muncul dari sel di dalam ovula, bagian berstruktur kecil di dalam ovarium bunga. Ovarium adalah struktur yang lebih besar di dalam bunga yang mengandung dan melindungi banyak ovula. Tumbuhan Angiosperme ini unik karena ovula mereka sepenuhnya tertutup dalam ovarium. Ovarium itu sendiri adalah bagian dari struktur yang lebih besar yang disebut carpel, yang terdiri dari stigma, style, dan ovarium. Setiap ovula melekat pada jaringan ovarium dengan bantuan batang yang disebut funikel/corong. Titik pelekatan corong tersebut ke ovarium disebut sebagai plasenta.

READ  Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

Lalu, bagaimanakah proses reproduksinya?

Sumber: id.pinterest.com/pin/281123201714820989

Saat bunga kuncup kemudian mengembang, sel dalam ovula yang disebut arkespora membesar untuk membentuk embryo-sac mother cell (EMC). EMC lantas membagi arkespora dengan proses meiosis untuk menghasilkan empat megaspora. Dalam proses ini jumlah kromosom berkurang dari dua set (diploid) di EMC menjadi satu set (haploid) di megaspora. Tiga dari empat megaspora mengalami degenerasi dan menghilang, sedangkan yang masih bertahan membelah secara mitosis tiga kali untuk menghasilkan delapan sel haploid. Sel-sel ini bersama-sama membentuk gametofit betina, yang disebut kantung embrio.

Kedelapan sel kantung embrio berdiferensiasi menjadi dua sel sinergid, tiga sel antipoda, dua inti endosperma yang menyatu, dan sel telur. Kantung embrio dewasa terletak di lubang luar mikrofil ovula dan siap menerima sel sperma yang dikirim oleh gametofit jantan.