Sifat Koligatif Larutan, Rumus dan Penjelasannya

Sifat Koligatif Larutan, Rumus dan Penjelasannya
5 (100%) 3 votes

Koligatif larutan

Adalah sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah atau kuantitas suatu partikel zat terlarut yang terdapat dalam larutan dan tidak tergantung pada jenis maupun identitas partikel zat terlarut, baik dalam bentuk atom, ion, ataupun molekul.

Sifat Koligatif Larutan

  1. Penurunan Tekanan Uap

Jika zat terlarut bersifat non-volatil atau tidak mudah menguap atau tekanan uapnya tidak dapat diukur, maka tekanan uap dari larutan akan selalu lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni yang volatil.

Tekanan uap dari pelarut volatil di atas larutan yang mengandung cat terlarut non-volatil berbanding lurus terhadap konsentrasi pelarut yang ada dalam larutan. Hubungan sifat koligatif larutan ini dapat dinyatakan secara kuantitatif di dalam hukum Raoult yang berbunyi:

Tekanan uap dari pelarut di atas larutan, Plarutan sama dengan hasil kali fraksi mol dari pelarut, Xpelarutdengan tekanan uap dari pelarut murni, Popelarut.Penurunan tekanan uap ∆P, yaitu Popelarut – Plarutanberbanding lurus terhadap fraksi mol dari Xpelarut.

Xpelarut = mol pelarut / mol pelarut + mol terlarut

Xpelarut= mol terlarut / mol pelarut + mol terlarut

Xpelarut+ Xterlarut = 1

Plarutan = Xpelarut . Popelarut

Popelarut – Plarutan = (1 – Xpelarut) Popelarut

∆P = X terlarut . Popelarut

  1. Kenaikan Titik Didih

Titik didih suatu larutan terjadi ketika temperatur tekanan uapnya sama dengan tekanan eksternal yang disebabkan oleh penurunan tekanan uap larutan oleh zat terlarut non-volatil, dibutuhkan kenaikan temperatur untuk menaikkan tekanan uap larutan hingga sama dengan tekanan eksternal.

Kebaradaan zat terlarut dalam pelarut menyebabkan terjadinya kenaikan titik didih. Titik didih larutan, Tb, lebih tinggi dari titik didih pelarut murni, Tbo. Kenaikan titik didih, ∆Tb,yaitu Tb – Tbo berbanding lurus terhadap konsentrasi (molalitas, m) larutan.

molalitas (m) = mol terlarut/kg pelarut

∆Tb = Kbm

Kb = konstanta kenaikan titik didih molal (oC/m)

m = molalitas larutan

  1. Penurunan Titik Beku

Larutan dengan pelarut volatil dan terlarut non-volatil, partikel-partikel yang ada dalam zat pelarut tersebut akan menguap sehingga meninggalkan partikel-partikel zat terlarut saja. Hanya partikel-partikel pelarut yang memadat atau membeku dan meninggalkan partikel-partikel zat terlarut yang membentuk larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat. Titik beku suatu larutan adalah temperatur ketika tekanan uap larutan sama dnegan tekanan uap pelarut murni dimana saat itu pelarut padat dan larutan cair berada dalam kesetimbangan.

Terjadinya penurunan tekanan uap larutan dari tekanan uap pelarut menyebabkan larutan membeku pada temperatur yang lebih rendah dibanding titik beku pelarut murni – titik beku masuk padatan yang membeku per satuan waktu menjadi sama pada temperatur yang lebih rendah. Maka, penurunan titik beku, ∆Tf, yaitu Tfo– Tfberbanding lurus terhadap konsentrasi (molalitas, m) larutan.

∆Tf = Kfm

Kf = konstanta penurunan titik beku molal (oC/m)

m = molalitas larutan

  1. Tekanan Osmosis

Osmosis terjadi ketika dua larutan dengan konsentrasi yang berbeda dipisahkan oleh suatu membran semipermeable yaitu membran yang hanya dapat dilewati oleh partikel pelarut namun tidak dapat dilewati oleh partikel zat terlarut. Osmosis merupakan peristiwa perpindahan selektif partikel-partikel pelarut melalui membran semipermeabel dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi.

Tekanan osmosis menurut Van’t Hoff dapat dirumuskan sebagai berikut:

π = n terlarut/ Vlarutan . RT = MRT

R = konstanta gas ideal (0,0821 L.atm/mol.K)

T = temperatur (K)

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Kuat

Salah satu sifat elektrolit adalah dapat terdisosiasi menjadi ion-ion dalam larutan. Contohnya: satu unit senyawa CaCl2 dapat terdisosiasi menjadi 3 partikel saat dilarutkan, yaitu 1 ion Ca2+dan 2 ion Cl. Karena itu cara menghitungnya menggunakan faktor Van’t Hoff (i) pada perhitungan larutan elektrolit.

i = nilai terukur untuk larutan elektrolit/nilai ekspektasi untuk larutan elektrolit

i = 1 + (n -1)α

i = faktor Van’t Hoff

n = jumlah ion yang terdisosiasi

α = derajat disosiasi senyawa

READ  Gerak Jatuh Bebas, Pengertian, Rumus, Ciri-ciri, dan Contohnya
Tags: