Sumber, Klasifikasi dan Pola Pertumbuhan Mikroorganisme

Sumber, Klasifikasi dan Pola Pertumbuhan Mikroorganisme
5 (100%) 1 vote

Sumber Mikroorganisme

Mikroorganisme dapat diperoleh dari berbagai sumber, yaitu antara lain:

  1. Kotoran Hewan

Pada kotoran hewan seperti hewan sapi, kambing, kuda dan lainnya mengandung berbagai jenis mikroorganisme yang mana dapat dimanfaatkan salah satunya adalah dalam pengolahan air limbah. Kotoran hewan yang masih baru nantinya akan disaring, filtrat yang ada didalamnya diambil sehingga mikroorganisme yang ada di filtrat dapat dikembangkan menjadi pengolahan air limbah secara aerob dan anaerob.

  1. Pengolahan Air Limbah

Pengolahan air limbah di beberapa industri biasanya secara aerob dan juga anaerob. Pengolahan air limbah ini biasanya akan dihasilkan oleh mikroorganisme yang dibuang dan dapat dikembangkan untuk pengolahan air limbah secara aerob dan anaerob di tempat lain yang ada pada industri sejenisnya maupun tidak.

  1. Air Limbah

Air limbah pada organk pada umumnya dapat mengandung mikroorganisme yang terkadung ke dalam air limbah yang nantinya dapat di kembangkan serta diaplikasikan pada pengolahan air limbah itu sendiri.

  1. Septic Tank

Pada septic tank terdapat berbagai jenis mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan dalam pengolahan air limbah secara aerob maupun anaerob. Septic tank biasanya dipompa dan disaring filtratnya yang dikembangakan untuk menghasilkan mikroorganisme yang baik yang dapat diolah secara aerob dan anaerob.

  1. Mikroorganisme Murni

Pada beberapa industri telah memproduksi berbagai jenis dari mikroorganisme yang mana dapat diaplikasikan pada pengolahan air limbah sehingga tidak perlu untuk mengembangkan mikroorganisme dari sumber yang lainnya.

READ  Reproduksi dan Perkembangan Hewan

Klasifikasi Mikroorganisme

  1. Berdasarkan Kebutuhan Nutrisi (Nutitional Requirements)

Mikroorganisme terdiri dari 2 jenis mikroorganisme yakni Autotropic Organisms yang merupakan mikroorganisme yang menggunakan CO2/HCO3 sebagai sumber karbonnya dan Heterotropic Organisms yang merupakan mikroorganisme yang menggunakan bahan organik untuk sumber karbonnya.

  1. Berdasarkan Kebutuhan Energi (Energy Requrements)

Menurut kebutuhan energi mikroorganisme dapat dibagi menjadi 2 jenis yakni Phototrophs Organisms merupakan mikroorganisme yang menggunakan sinar atau lampu sebagai sumber energinya. Kemudian Chemotrophs Organisms adalah mikroorganisme yang menggunakan hasil dari reaksi oksidasi – reduksi sebagai sumber energi mereka. Chermotrophs ini terdiri dari dua jenis juga yaitu Chemoorganotrophs Organisme yang menggunakan molekul organik komplek sebagai pendonor elektronnya dan Chemoautotrophs Organisms yang mengunakan molekul organik sederhana seperti Hidrogen Sulfida (H2S) ataupun Amonia (NH3) sebagai bahan pendonor elektron mereka.

  1. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen (Oxygen Requirements)

Bedasarkan pada kebutuhan oksigen mikroorganisme dibagi menjadi 2 jenis yakni Aerobes Organisms yang merupakan mikroorganisme hidup bergantung pada ketersediaan oksigen. Kemudian Anaerobes Organisms adalah mikroorganisme yang hidupnya tidak tergantung sama sekali dengan orksigen.

  1. Berdasarkan Rentang Temperatur (Temperature Range)

Mikroorganisme pada bagian ini terdiri dari 3 jenis yakni Psychrophilic Organisms yang merupakan mikroorganisme yang dapat hidup secara optimal pada rentang temperatur antara 15 sampai 30 Celcius. Kemudian ada Mesophilic Organisms yang merupakan mikroorganisme yang mana dapat hidup optimal pada rentang temperatur antara 30 sampai 45 Celcius. Dan terakhir adalah Thermophilic Organisms adalah mikroorganisme yang mana dapat hidup secara optimal pada rentang temperatur antara 45-47 Celcius.

  1. Facultative Organisms

Facultative organisms merupakan mikroorganisme yang mana bisa menggunakan komponen dari oksigen atau komponen kimia yang lain dalam pertumbuhan dan bertahan hidupnya.

Pola Pertumbuhan dari Mikroorganisme

Pola pertumbuhan dari mikroorganisme dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Lag Phase : Kondisi dimana mikroorganisme dalam kondisi saat beradaptasi terhadap lingkungan baru. Pada kondisi ini waktu generasinya lama dan juga laju dari pertumbuhannya adalah nol.
  2. Accelaration Phase : Kondisi dimana mikroorganisme mengalami penurunan dari waktu generasinya namun pertumbuhannya mengalami peningkatan.
  3. Exponential Phase : Kondisi saat dimana mikroorganisme mengalami waktu generasi yang konstan, kemudian laju pertumbuhannya spesifik konstan pula serta laju konversi subtratnya maksimum.
  4. Declining Growth Phase : Kondisi saat dimana mikroorganisme mengalami waktu generasi naik akan tetapi laju dari pertumbuhannya spesifik menurun dikarenakan terjadi penurunan pada konsentrasi subtrat secara bertahap.
  5. Stationary Phase : Kondisi saat dimana mikroorganisme kehabisan nutrisi sehingga cell dalam kondisi tersuspensi atau melayang mengakibatkan terjadinya peningkatan racun pada lingkungan tersebut.
  6. Endogenous Phase : Kondisi dimana mikroorganisme mengalami laju kematian yang tinggi dan juga terjadi cell lysis.
READ  Komponen – Komponen Ekosistem Makhluk Hidup

Mikroorganisme yang dapat merugikan bagi Kesehatan

Ada beberapa mikroorganisme yang dapat merugikan bagi kesehatan atau dapat menyebabkan bagi manusia, antara lain :

  1. Menyebabkan penyakit yang bisa terjadi pada manusia, hewan dan juga tumbuhan. Misalnya adalah Strptococcus Pheumoniae yang merupakan penyebab phenumonia.
  2. Menyebabkan kebusukan makanan atau Spoilage. Terdapat beberapa mikroorganisme yang dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga mikroorganisme tersebut dianggap mikroorganisme pembusuk. Seperti dalam pembusukan daging, mikroorganismea akan menghasilan enzim proteolitik yang mampu merombak protein – protein.
  3. Menyebabkan keracunan makanan (Food Borne Disease). Terdapat bakteri yang merupakan penghasil racun atau Enterotoskin atau Eksotoksin yang dapat mencemari badan air, seperti spora dari Clostridium Perfringens, C. Borulinum, Bacillus Cereus dan juga Vibrio Parahaemolyticus. Racun yang berasal dari Clostridium Botulinum adalah makanan yang telah di pasteurisasi kemudian disimpans secara terus menerus dalam kaling dengan suhu dalam ruangan dapat menyebabkan menganggu urat pada saraf tepi.
  4. TBC

Mikroorganisme yang berupa bakteri ini dapat mengakibatkan terjadinya penyakit tuberculosis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis atau penyebab penyakti TBC pada manusia. Bakteri ini menyerang organ tubuh selain jaringan paru, misalnya adalah selaput otak, selaput jantung, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal dan lain – lain. Bakteri ini dapat dikatakan merugikan karena menyebabkan penyakit dan menimbulkan pembusukan serta merusak makanan.

Tags: