Tektonik Lempeng Di Bumi

Tektonik Lempeng Di Bumi
5 (100%) 1 vote

Pengertian Tektonik Lempeng

Bumi merupakan planet yang terdiri dari lampisan –lampisan mulai dari inti bumi (lapisan paling bawah) dan kerak bumi (lapisan paling atas) yang terbagi atas daratan dan lautan. Setiap daerah memiliki relief yang terbentuk karena Tenaga Eksogen dan Endogen. Tenaga Eksogen sendiri merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi. Sedangkan tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang terdiri dari Vulkanisme, Seisme dan Tektonisme.

Berikut ini dijelaskan mengenai Tenaga Endogen Tektonisme (Tektonik Lempeng).

Teori Tektonik Lempeng adalah salah satu teori dimana menjelaskan mengenai perubahan relief di bumi. Teori ini berasal dari teori mengenai pergeseran benua yang merupakan selimut atau lithosfer yang membentuk lempengan – lempengan di bumi. Lithosfer terdiri dari 20 segmen dimana ketebalannya adalah antara 40 sampai 100 km. Lithosfer ini bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga tidak terkunci. Pergerakan tersebut menurut para ahli dikarenakan terdapat unsur magnetik yang ada didalam batuan. Magnet ini memiliki kutup yang berbeda sehingga dapat menyebabkan terjadinya pergerakan. Pergerakan tersebut mencapai 10 sampai 40 mm/a atau setara dengan pertumbuhan yang terjadi pada kuku jari. Selain itu pergerakanya dapat mencapai 160 mm/a.

Mekanisme Pergerakan Tektonik Lempeng

Pergerakan dari Lempengan tetonik ini dapat terjadi karena adanya panas bumi yang tidak merata yang mana dapat menyebabkan terjadinya konveksi besar. Akibat lain adalah karena bagian belakang dari Lithosfer mengalami tarikan serta astenosfernya bergerak naik karena adanya tekanan pada tanah. Terdapat tiga penyebab pergerakan pada lempengan – lempengan yang ada di bumi, antara lain yaitu:

  1. Gaya Gravitasi

Gaya gravitasi merupakan salah satu gaya yang dapat menarik kedalam bumi sehingga akibanya lempengenan yang memiliki kepadatan lebih berat akan tertarik kedalam selimut bumi atau disebut sebgai Runtuhan. Gaya ini dapat menyebabkan terjadinya epmbekanan lempengan yang mana dapat menyebabkan lempengannya menjadi semakin berat.

  1. Gaya Gesek

Gaya gesek dibedakan menjadi dua yaitu, basal drag dan slab suction. Basal drag sendiri adalah pergerakan yang terjadi karena adanya gesekan antara astenosfer dan lithosfer. Sedangkan, slab suction adalah tarikan yang terjadi pada lempengan saat sebuah lempengan menghujam dan masuk ke selimut bumi.

READ  Pengertian Pasar
  1. Gaya yang berasa dari luar bumi

Gaya lain yang dimasksudkan dalam ini adalah gaya gravitasi bulan dimana menyebakant terjadinya rotasi bumi di bawah bulan yang mana gravitasi bulan ini akan menarik permukaan bumi keatas (Sama dengan terjadinya pasang di pantai). Gaya ini pengaruhnya masih sangat kecil karena kekuatan yang terjadi pada gaya gravitasi bulan tidak seberapa.

Pembagian Lempeng

Terdapat 7 lempengan yang besar dan banyak lempengan kecil (terbentuk melalui perpecahan lempengan besar) yang ada di bumi, sedangkan lempengan besar terbagi atas:

  1. Lempengan Benua Afrika: Meliputi Afrika
  2. Lempengan Benua Antartika : Meliputi Antartika
  3. Lempengan Benua Australia : Meliputi Australia sampai India
  4. Lempengan Benua Eurasia : Meliputi Asia dan Eropa
  5. Lempengan Benua Amerika Utara : Meliputi Amerika Utara dan Siberia
  6. Lempengan Benua Amerika Selatan : Meliputi Amerika Selatan
  7. Lempengan Samudra Pasifik : Meliputi Samudra Pasifik.

Untuk Negara Indonesia. Indonesia memiliki tingkat bencana alam yang cukup sering karena disebabkan oleh banyaknya dikelilingi lempengan yakni Lempengan Indo-Australian dan Lempengan Eurasia. Lempengan yang terjadi di Indonesia bersifat Konvergen, sehingga lempengan Indo-Australian akan masuk ke bawah lempengan Eurasia. Namun jika dilihat lagi pada Indonesia bagian timur terdapat lebih dari dua lempengan yakni lempengan Filipina, Lempengan Pasifik dan Lempengan Indo-Australian.

Jenis – Jenis Batas Lempengan

Batas lempengan merupakan daerah yang memiliki aktivitas geologi yang antara lain Seisme, Gunung, Gunung Api, dan Palung Laut. Dua lempengan akan bergerak di sepanjang batas lempeng, batas tersebut yakni;

  1. Transfrom

Transfrom ini merupakan bertemunya dua lempeng yang dapat menyebabkan terjadinya gesekan secata menyamping di sepanjang sesar fault. Pergeseran ini hampir sama dengan pergerakan karena patahan horizontal yang dapat berupa sinistral atau desktral.

READ  Tokoh-tokoh Pendiri dan Sejarah Perkembangannya Budi Utomo

Contohnya: Sesar san andreas di California.

  1. Divergen

Divergen ini merupakan dua lempengan yang bergerak menjauh karena terjadinya perpecahan pada Lithosfer sehingga menyebabkan lempengan Samudra mengalami pemekaran pada dasar lautnya, sedangkan lempengan benua akan membentuk lembah.

  1. Konvergen

Konvergen merupakan dua lempengan yang berdekatan karena terjadi perbedaan pada kepadatan salah satu lempeng yang akan tertancap kebawah dan masuk kelempeng yang lain. Konvergen ini dibagi menjadi tiga yakni; apabila dua lempeng maka salah satu akan menghujam bumi dan lainnyanya mempentuk kepualuan, apabila ada dua lempeng yang memiliki kepadatan yang sama maka akan bertubrukan dan membentuk pegunungan lipatan. Dan terakhir apabila lempengan samudra dan benua bertemu, maka lempengan samudra menghantam ke bawah dan lempengan benua membentuk pegunungan upflit.

Tags: