Titrasi, Pengertian, Perubahan pH, dan Rumusnya

Titrasi, Pengertian, Perubahan pH, dan Rumusnya
5 (100%) 5 votes

Titrasi

Titrasi adalah metode yang dipakai dalam menentukan konsentrasi suatu larutan. Titrasi dilakukan dengan menambahkan sedikit demi sedikit larutan yang ingin dicari konsentrasinya dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasi dan volumenya.

Berdasarkan jenis reaksi yang terjadi, titrasi dibagi menjadi 3, yaitu titrasi asam basa, titrasi pengendapan, dan titrasi redoks

Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa adalah proses untuk menetukan kadar suatu larutan basa dengan memakai larutan asam yang akan dicari kadarnya atau sebaliknya.

Perubahan Ph pada Titrasi Asam Basa

Ketika larutan basa ditambahkan larutan asam, maka pH larutan akan turun. Sedangkan ketika larutan asam ditambahkan larutan basa, maka pH larutan akan naik.

Titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat

Dari kurva di atas didapati kesimpulan berikut:

  • Pertama, pH larutan naik sedikit demi sedikit.
  • Pada titik ekuivalen akan terjadi perubaha pH secara drastis.
  • Titik ekuivalen berada pada pH sama dengan 7 (netral).
  • Indikator yang digunakan diantaranya metil merah, bromtimol biru, dan fenolftalein.
  • Fenolftalein lebih sering digunakan karena mudah diamati perubahan warnanya.

Titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat

 Dari kurva di atas didapati kesimpulan berikut:

  • Titik ekuivalen terletak di atas pH 7, mulai dari 8-9.
  • Kenaikan perubahan pH lebih kecil sekitar 3 satuan, mulai dari pH 7 hingga
  • Indikator yang digunakan adalah fenolftalein.
  • Metil merah tidak bisa digunakan karena perubahan warna terjadi lebih cepat sebelum mencapai titik ekuivalen.
READ  Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria

Titrasi Basa Lemah dengan Basa Kuat

Dari kurva di atas didapati kesimpulan berikut:

  • Titik ekuivalen terletak di bawah pH 7, mulai dari 5-6.
  • Kenaikan perubahan pH hanya sedikit sekitar 3 satuan, mulai dari pH 7 hingga pH .
  • Indikatir yang digunakan adalah metil merah.
  • Fenolftalein tidah bisa dipakai karena perubahan warnanya terjadi lebih cepat sebelum mencapai titik ekuivalen.

Rumus Titrasi Asam Basa

  • Rumus titrasi asam basa manovalen/divalen

Ma . Va = Mb . Vb

  • Rumus titrasi asam divalen dengan basa divalen

2Ma . Va = Mb . Vb

  • Rumus titrasi basa divalen dengan asam manovalen

Ma . Va = 2Mb . Vb

Konsentrasi larutan asam basa juga dapat dihitung dengan menggunakan langkah-langkah berikut:

  1. Tuliskan persamaan reaksi netraslisasi antara larutan asam A dengan larutan basa B.

aA + bB cC + dD +…

  1. Nyatakan perbandingan jumlah mol asam A dan basa B yang bereaksi.

nA : nB= a : b

  1. Hitung konsentrasi larutan asam basa menggunakan persamaan perbandingan:

nA = MAVAnB= MBVB

MAVA : MBVB = a : b MAVA / MBVB = a/b

Dengan: nA = jumlah mol asam A

nB = jumlah mol basa B

a = koefisien reaksi asam A

b = koefisien reaksi basa B

MA = Molaritas asam A

MB = Molaritas basa B

VA = volume larutan asam A

VB= volume larutan basa B

Jika diketahui valensi asam A dan basa B, rumus berikut ini juga dapat digunakan untuk mencari konsentrasi larutan asam basa.

MA x VA x valensiA= MB x VB x valensiB

Tags: