Sumber: materi4belajar.blogspot.com

Tokoh-tokoh Pendiri dan Sejarah Perkembangannya Budi Utomo

Diposting pada
Rate this post
Sumber: materi4belajar.blogspot.com

Budi Utomo

Pergerakan nasional Indonesia memunculkan organisasi-organisasi pergerakan di kalangan Hindia Belanda yang memiliki landasan dan sikap yang berbeda dalam mengambil peran di pergerakan nasional. Secara umum, organisasi-organisasi tersebut terbagi dalam beberapa masa berdasarkan bentuk pergerakannya. Organisasi yang pertama bernama Budi Utomo.

Tokoh-tokoh Pendiri Budi Utomo

Pada awal abad ke-20, sudah ada banyak pemuda-pemuda Indonesia yang menjadi mahasiwa di kota-kota besar terutama di pulau jawa. Budi Utomo dipelopori oleh mahasiswa-mahasiswa dari STOVIA, Sekolah Peternakan dan Pertanian Bogor, Sekolah Bandung dan Sekolah Sore untuk orang dewasa di Surabaya. Organisasi Budi Utomo dibentuk pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta yang diketuai oleh dr. Sutomo atas usulan dari Dr. Wahidin Suditohusodo. Hari dibentuknya organisasi ini akhirnya dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh lainnya yang ikut dalam mendirikan Budi Utomo diantaranya Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T. Ario Tirtokusumo.

Sejarah Perkembangan Budi Utomo

Pembentukan organisai Budi Utomo dimulai ketika Dr. Wahidin Sudirohusodo berkampanye di kalangan priyayi dari Jawa pada tahun 1906-1907 dengan tujuan untuk meningkatkan martabat manusia dan bangsa. Hal ini dilakukan dengan membuat Dana Siswa yang merupakan lembaga untuk membongkar pendidikan kaum muda yang cerdas namun tidak sanggup membiayai pendidikan mereka. Kemudian, pada akhir 1907, Dr. Wahidin bertemu dengan dr. Sutomo yang kemudian memberitahukan maksud dan tujuan dari Dr. Wahidin kepada teman-teman di STOVIA.

Awalnya, Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik karena tujuan utamanya adalah kemajuan bagi Hindia Belanda. Hal ini dapat dilihat dari tujuan yang ingin dicapai dengan adanya organisasi ini, seperti perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, mendirikan sekolah pertanian, dan memajukan teknik industri. Tujuan lainnya adalah mendirikan badan wakaf untuk mengumpulkan tunjangan yang digunakan untuk kepentingan belanja anak-anak sekolah, menghidupkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, serta menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kehidupan rakyat yang layak.

READ  Penjajahan Portugis dan Spanyol di Indonesia

Dalam perkembangannya, muncul dua aliran dalam organisasi Budi Utomo, yaitu sebagai berikut:

  • Pihak kanan

    Yang berkehendak agar keanggotaan dibatasi pada golongan terpelajar saja dan tidak terjun dalam bidang politik serta hanya membatasi pada pelajaran sekolah saja.

  • Pihak kiri

    Dengan jumlah yang lebih kecil yang terdiri dari kaum muda ingin agar organisasi lebih ke arah gerakan kebangsaan yang demokratis dan lebih memerhatikan nasib rakyat yang menderita.

Adanya dua aliran tersebutkan menyebabkan terjadinya perpecahan di dalam organisasi Budi Utomo. Dr. Cipto Mangunkusumo akhirnya memutuskan untuk mewakili kaum muda dan keluar dari keanggotaan yang kemudian menyebabkan pergerakan organisasi Budi Utomo semakin lamban.

Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan pergerakan organisasu Budi Otomo semakin lamban.

  1. Budi Utomo lebih memajukan pendidikan untuk kalangan priyayi daripada penduduk pada umumnya.
  2. Lebih mementingkan kepentingan pemerintah kolonial Belanda daripada masyarakat Indonesia.
  3. Munculnya kaum priyayi yang lebih mementingkan jabatan sehingga kaum terpelajar tersisihkan.
  4. Budi Utoomo mulai terjun ke dunia politik ketika meletusnya Perang Dunia 1 pada tahun 1914.
  5. Budi Utomo mengadakan fusi ke dalam partai Indonesia Raya (Parindra) dan semenjak saat itu terus mengalami kemerosotan hingga akhirnya mundur dari arena politik.

Demikian ulasan tentang Budi Utomo, tokoh-tokoh pendirinya, dan sejarah perkembangannya. Semoga bermanfaat.