Tujuan Pernikahan Dalam Islam

Tujuan Pernikahan Dalam Islam
5 (100%) 2 votes

Pernikahan merupakan impian dari semua umat manusia di dunia, karena pernikahan tidak hanya menyinggung tabiat maupaun hidup asasi manusia tetapi suatu kesatuan yang luhur yang bernama rumah tangga. Dalam pernihakan kita harus memperhatikan Fiqih pernikahan yakni Syariat – syariat dalam akad nikah atau aqadyang merupakan perjanjian kehidupan setelah menikah agar kokoh dan suci untuk setiap pasangan yang menikah. Menurut pandangan Islam pernikahan atau menikah pada Bulan Ramadhan merupakan suatu jalan yang paling afdhal dan bermanffat dalam upaya untuk menjaga kerhormatan diri karena pada hukum pernikahan dapat menghindarkan dari hal – hal yang diharamkan serta dilarang oleh Allah SWT. Menurut Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar segera mempercepat bagi mereka yang telah mampu baik secara lahir maupun batin. Dengan pernikahan pula, gejolak biologis yang ada dalam diri manusia akan tertuntaskan dan juga dapat mengangkat cita – cita luhur yaitu untuk menghasilkan keturunan.

Tujuan pernikahan dalam Agama

Dalam surat Ar – Ruum ayat 30, Allah berfirman dengan arti:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan luruh kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Sehingga kewajiban menikah merupakan suatu hal yang sangat dianjurkan didalam Islam dan sangat tidak menyukai perilaku membujang. Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda yang artinya”

READ  Syarat Dan Tata Cara Berwudlu

“Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa diantara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.”

Jadi, tujuan dari suatu pernikahan menurut syariat islam adalah sebagai berikut:

  1. Menikah untuk memenuhi tuntutan Naluri Manusia yang Asasi

Islam sangat menganjurkan bagi mereka yang telah mampu untuk menikah, karena menikah merupakan fitrah kemanusiaan serta juga naluri kemanusiaan yang akan didapatkan nantinya. Ketika naluri untuk menikah tidak dipenuhi dengan jalan yang benar dan sesuai yaitu melalui pernikahan atau perkawinan, maka naluri tersebut dapat menjerumuskan seseorang ke dalam jalan yang salah yakni jalan syaitan yaitu berbuat hal – hal yang diharamkan oleh Allah SWT yakni seperti berzina, kumpul kebo dan lain sebagainya juga.

  1. Menikah sebagai Benteng yang kokoh bagi Akhlaq Manusia

Syarat dari pernikahan yang ada dalam islam merupakan suatu jalan untuk membentuk sebuah kelaurga yang merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya kerusakan diri pribadi para pemuda dan juga pemudi, serta juga dapat menghindarkan para kaum bujang dari kekacauan yang dapat terjadi dalam masyarakat.

Dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i. Darimi, Jarud, Baihaqi dan Ibnu, Rasulullah SAW pernah bersabda yakni:

“Wahai para pemuda ! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk menikah, maka nikahlah, kareana nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (Shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”

Berdasarkan pada hadist tersebut, dapat disimpulkan bahwa pernikahan adalah hal yang disyariatkan dalam Islam yang mana dengan menikah maka akan dapat menghindarkan seseorang dari perbuatan yang keji dan juga kotor yang dapat menurunkan atau dapat merendahkan martabat. Sehingga, secara tidak langsung pernikaha merupakan benteng yang kokoh bagi martabat dari diri seseorang.

  1. Meningkatkan Ibadah Kepada Allah

Dengan membangun rumah tangga melalui pernikahaan merupakan wadah yang dapat digunakan untuk beramal dan juga untuk beribadah disamping melaksanakan kegiatan ibadah atau amal sholeh yang lainnya.

READ  RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN

Seperti yang telah diajarkan dalam Islam, bahwa hidup merupakan kegiatan untuk mengabdi dan juga beribadah yang hanya kepada Allah SWT semata.

  1. Memperoleh Keturunan

Allah berfirman yang tertuang kedalam Q.S An-Nahl ayat 72, yang artinya adalah:

“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah.”

Didasarkan pada hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa menurut ajaran dalam Islam tujuan dilaksanakannya suatu pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan yang sholeh dan juga sholehah agar kelak nantinya dapat terbentuk generasi yang berkualitas.

Dalam ajaran islam telah memberikan beberapa kriteria ideal dalam mencari pasangan hidup, yang antara laina adalah:

  • Kafa’ah

Kafa’ah adalah kesamaan atau kesepadanan derajat bagi suami dan istri dalam suatu pernikahan agar terbina rumah tangga yang islami. Ukuran dari Kafa’ah sendiri menurut ajaran Islam adalah dilihat dari kualitas keimanan dan ketaqwaan serta akhlak yang dimiliki oleh seseorang.

Dalam surat Al-Hujaraat ayat 13, Allah berfirman:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan perempuan dan menjadikanmu berbangsa – bangsa dan bersuku – suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang – orang yang paling bertaqwa diantara kamu”.

Rasulullah SAW, juga bersabda:

“Wanita dikawini karena empat hal: Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya.. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-islamannya), sebab kalau tidak demikian niscaya kamu akan celaka.”(HR Bukhari 6:123, Muslim 4:175).

  • Sholeh atau Sholehah

Dalam membina suatu rumah tangga yang sesuai dengan harapan yakni sakinah, mawadah dan warahmah maka sudah sangat dianjurkan bagi seorang pria yang ingin menikah maka harus mencari wanita yang sholehah untuk dijadikan pendamping hidupnya. Begitu juga sebaliknya, seorang wanita harus mencari seorang pria yang sholeh yang dapat membimbingnya sehingga dapat mencapai cita – cita yang diinginkan bersama.

READ  Cara Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Tags: